Kehadiran sepeda motor modern dengan teknologi mesin yang kian canggih sering kali memicu perdebatan menarik seputar ritual perawatan awal kendaraan. Banyak anggapan yang beredar bahwa motor buatan masa kini sudah tidak memerlukan lagi masa pembiasaan atau yang akrab dikenal dengan istilah inreyen (break-in period).
Kemajuan dalam teknik manufaktur, presisi komponen yang sangat tinggi, serta penggunaan material logam yang lebih kokoh memunculkan asumsi bahwa motor bisa langsung digeber secara maksimal sejak hari pertama keluar dari dealer. Namun, jika ditinjau dari sisi mekanis dan rekomendasi pabrikan, apakah masa inreyen ini benar-benar sudah usang dan boleh ditinggalkan sepenuhnya?
