Cuci Pelek Motor Pakai Sabun Colek, Bikin Cat Cepat Kusam!

- Sabun colek mengandung zat kaustik yang merusak cat pelek motor
- Butiran kasar pada sabun colek menyebabkan baret halus dan jamur
- Risiko korosi pada komponen logam dan pengereman akibat penggunaan sabun colek
Banyak pemilik motor yang masih menganggap bahwa semua jenis sabun memiliki fungsi yang sama, yaitu untuk mengangkat kotoran. Sabun colek sering kali menjadi pilihan utama saat mencuci bagian kaki-kaki karena daya bersihnya yang dianggap sangat kuat untuk melunturkan noda oli dan sisa aspal yang membandel di area pelek.
Namun, di balik busanya yang melimpah dan harganya yang sangat terjangkau, sabun jenis ini menyimpan ancaman tersembunyi bagi estetika kendaraan. Penggunaan jangka panjang pada pelek motor bisa memicu kerusakan permanen yang berawal dari pudarnya warna cat hingga munculnya bercak putih yang sangat sulit dihilangkan.
1. Kandungan zat kaustik yang mengikis lapisan pelindung cat

Alasan utama mengapa sabun colek sangat berbahaya bagi pelek terletak pada tingkat keasamannya atau pH yang cenderung sangat tinggi dan keras. Sabun ini dirancang untuk peralatan dapur yang memiliki noda lemak membandel, sehingga mengandung zat kaustik yang bersifat korosif jika bertemu dengan lapisan clear coat atau pernis pelek motor. Saat digunakan secara terus-menerus, zat kimia keras ini akan mengikis lapisan pelindung cat sedikit demi sedikit hingga pelek kehilangan kilau alaminya.
Efek kusam ini biasanya tidak muncul dalam sekali cuci, melainkan terjadi secara perlahan melalui proses oksidasi. Warna pelek yang tadinya mengkilap akan mulai terlihat "berkabut" dan kehilangan kedalaman warnanya. Jika pelek memiliki warna-warna cerah atau candy, dampaknya akan jauh lebih menyedihkan karena warna akan memudar secara tidak merata, menciptakan tampilan motor yang terlihat tua dan tidak terawat meskipun usia kendaraan sebenarnya masih tergolong baru.
2. Tekstur kasar yang memicu baret halus dan penumpukan jamur

Selain kandungan kimianya, sabun colek sering kali memiliki tekstur yang tidak benar-benar halus karena adanya butiran-butiran kecil di dalamnya. Butiran ini bertindak layaknya amplas halus saat digosokkan ke permukaan pelek, sehingga menciptakan baret-baret halus atau swirl marks yang kasat mata. Baret halus inilah yang kemudian menjadi tempat bersarangnya kotoran mikro dan sisa air sabun yang tidak terbilas dengan sempurna.
Sisa sabun yang terjebak di pori-pori cat atau baret halus tersebut akan mengeras dan berubah menjadi jamur atau bercak putih permanen yang sering disebut dengan istilah water spot. Jamur ini sangat sulit dibersihkan hanya dengan pencucian biasa dan membutuhkan cairan khusus waterspot remover yang justru berisiko merusak cat lebih dalam jika tidak digunakan dengan benar. Pelek yang sudah berjamur akan terasa kasar saat disentuh dan sangat merusak pemandangan saat motor sedang diparkir di bawah cahaya matahari.
3. Risiko korosi pada komponen logam dan pengereman

Bahaya sabun colek tidak berhenti pada estetika cat saja, tetapi juga merambat ke aspek fungsionalitas dan keamanan. Cairan sabun yang keras bisa menyelinap ke bagian pelek yang tidak tercat, seperti area bibir pelek jari-jari atau bagian baut roda. Zat korosif di dalamnya mempercepat munculnya karat pada komponen logam, terutama jika pembilasan dilakukan dengan terburu-buru. Korosi ini jika dibiarkan akan membuat pelek menjadi rapuh dan berisiko mengalami keretakan pada jangka waktu yang sangat lama.
Selain itu, residu sabun colek yang bersifat licin dan berminyak sering kali tertinggal di area piringan cakram atau tromol yang berdekatan dengan pelek. Hal ini bisa menyebabkan penurunan performa pengereman secara mendadak atau munculnya bunyi mencicit yang sangat mengganggu. Mengganti sabun colek dengan sampo khusus otomotif yang memiliki pH netral adalah investasi kecil yang jauh lebih murah dibandingkan harus melakukan repaint pelek atau mengganti komponen kaki-kaki yang rusak akibat paparan zat kimia keras.



















![[QUIZ] Seberapa Paham Kamu dengan Arti Lampu Indikator di Mobil?](https://image.idntimes.com/post/20250909/pexels-introspectivedsgn-4732671_773a8019-05cd-45cb-b480-4f6d626baa1e.jpg)