Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
4 Penyebab Kerusakan Transmisi Motor, Kurang Pelumas!
ilustrasi motor (pexels.com/Denner Nunes)

Transmisi merupakan komponen yang cukup penting pada motor karena akan sangat menentukan performa dan juga kelancaran dalam proses berkendara. Bagian transmisi berfungsi untuk memindahkan gigi dengan halus dan efisien, sehingga bisa berpindah dengan aman tanpa masalah. Namun, masalah pada transmisi akan membuatnya jadi tidak bisa berfungsi dengan normal, serta berpengaruh terhadap performa mesin secara keseluruhan.

Transmisi motor bisa saja mengalami kerusakan akibat berbagai faktor, sehingga menyebabkan masalah serius pada kendaraan. Selain itu, masalah pada transmisi juga bisa memperpendek usia pakai pada motor tersebut. Kamu bisa menyimak beberapa penyebab berikut ini yang bisa menyebabkan adanya kerusakan pada transmisi motor, sehingga harus kamu antisipasi.

1. Kurang diberikan pelumas

ilustrasi motor (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Pelumas pada transmisi ternyata cukup dibutuhkan untuk memastikan fungsinya tetap aman tanpa masalah. Namun, banyak orang yang jarang memberikan pelumas yang memadai untuk transmisi motornya, sehingga menyebabkan adanya kerusakan. Padahal oli transmisi memiliki fungsi yang cukup penting untuk mengurangi geseakan antar komponen-komponen transmisi.

Kamu sebaiknya dapat memilih oli yang kualitasnya bagus jika ingin melumasi mesin transmisi agar kondisinya tetap aman. Namun, jika kamu nekat menggunakan oli kualitas rendah atau buruk, maka bisa meningkatkan geseakan yang ada dan menyebabkan keausan pada gigi atau bantalan transmisi. Inilah yang dapat menyebabkan kerusakan pada transmisi, sehingga mengganggu performa motor.

2. Perawatan transmisi tidak rutin

ilustrasi motor (pexels.com/Guduru Ajay bhargav)

Transmisi motor sebetulnya membutuhkan proses perawatan yang juga memadai agar tidak mengganggu performanya. Namun, banyak orang yang sering kali tidak memberikan perawatan rutin yang memadai untuk transmisi motornya, sehingga wajar jika mengalami kerusakan. Biasanya memang perawatan transmisi ini dilakukan dalam periode waktu beberapa bulan atau setiap penambahan kelipatan jumlah kilometer.

Ada berbagai perawatan yang harus dilakukan dengan rutin, seperti penggantian oli dengan tepat waktu, mengecek ada tidaknya kerusakan pada transmisi, dan lain sebagainya. Komponen transmisi yang mengalami keausan dan terdeteksi sejak awal, maka bisa menghindari kerusakan yang lebih serius di kemudian hari. Tidak heran apabila proses perawatan transmisi motor memang sebaiknya dilakukan dengan lebih rutin.

3. Suku cadang motor yang sudah tidak bagus kualitasnya

ilustrasi mengendarai motor (pexels.com/Atish Kumar Ravi)

Kualitas pada setiap komponen motor mungkin akan berbeda-beda tergantung pada penggunaan suku cadang atau sparepartnya. Jika masih menggunakan suku cadang bawaan dari pabrikan biasanya tidak akan mengalami masalah, terkecuali jika memang usia motor sudah cukup tua. Namun, jika memang harus mengganti suku cadangnya, maka harus dipilih yang kualitasnya benar-benar bagus dan aman.

Jika kamu menggunakan suku cadang palsu, maka hal ini berpotensi menyebabkan kerusakan pada transmisi motor. Alasannya karena suku cadang tersebut bisa menyebabkan keausan yang lebih cepat akibat standar kualitasnya yang tidak sama. Hal ini akan sangat memengaruhi kualitas dan kerusakan pada sistem transmisi secara keseluruhan.

4. Berkendara dengan kasar

ilustrasi motor (unsplash.com/Heqi Valiansyah)

Cara setiap orang dalam berkendara mungkin akan berbeda-beda karena ada yang terbiasa cenderung lembut dan ada pula yang kasar. Jika kamu memiliki kebiasaan berkendara secara kasar, maka harus ekstra berhati-hati dengan segala risiko yang mungkin terjadi. Salah satu risikonya berkaitan dengan kerusakan pada transmisi yang menyebabkan penurunan performa motor.

Biasanya penggunaan motor yang kasar atau sering memaksakan perpindahan giginya, maka dapat merusak kondisi transmisi. Hal ini menyebabkan adanya tekanan atau pun keausan berlebih pada komponen transmisi, sehingga mengakibatkan kerusakan prematur. Berusahalah untuk mengendarai motor dengan cara yang halus dan aman, sehingga tidak akan menyebabkan adanya kerusakan pada transmisi milikmu.

Jika kamu bisa memahami hal-hal di atas, maka semestinya transmisi pada motormu dapat dijaga dengan baik. Jangan sampai kesalahan dalam merawat motor justru membuat usianya jadi pendek dan justru memerlukan perbaikan berlebih akibat transmisinya yang rusak. Cegah kerusakan pada transmisi dengan menghindari hal-hal di atas!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team