Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi standar samping motor (pexels.com/Abhinav Toppo)
ilustrasi standar samping motor (pexels.com/Abhinav Toppo)

Suara detak atau dentingan logam yang terdengar beberapa saat setelah mesin motor dimatikan sering kali menimbulkan tanda tanya bagi para pemilik kendaraan. Bunyi yang menyerupai ketukan benda keras ini biasanya muncul secara ritmis dari area bawah atau sekitar mesin, sesaat setelah kunci kontak diputar ke posisi off. Fenomena ini tidak hanya dialami oleh motor tua, tetapi juga sering dijumpai pada motor keluaran terbaru dengan teknologi mesin yang lebih canggih.

Meskipun terdengar seperti ada komponen yang longgar atau patah, suara ini sebenarnya memiliki penjelasan ilmiah yang berkaitan dengan hukum fisika dasar. Memahami asal-usul suara tersebut sangat penting agar pengemudi tidak perlu merasa panik secara berlebihan, sekaligus tetap waspada jika suara yang muncul menunjukkan adanya ketidakwajaran pada sistem pendinginan atau pelumasan mesin.

1. Proses pemuaian dan penyusutan material logam pada sistem pembuangan

ilustrasi standar samping motor (pexels.com/Daniel Lai)

Penyebab utama dari bunyi "tek-tek" yang terdengar saat mesin mati adalah proses termodinamika pada komponen logam, terutama di bagian knalpot. Saat motor digunakan, knalpot akan menyerap panas luar biasa dari gas buang sisa pembakaran, yang menyebabkan material logamnya memuai atau memanjang secara mikroskopis. Ketika mesin dimatikan, suhu knalpot mulai menurun secara mendadak karena bersentuhan dengan udara luar, sehingga logam tersebut kembali mengalami penyusutan ke bentuk semula.

Proses penyusutan ini tidak terjadi secara bersamaan di seluruh bagian karena perbedaan ketebalan logam dan jenis material yang digunakan. Gesekan antar molekul logam atau antar sambungan pipa knalpot saat kembali menyusut inilah yang menghasilkan suara dentingan mekanis yang khas. Fenomena ini sepenuhnya normal dan justru menunjukkan bahwa material knalpot masih memiliki fleksibilitas yang baik dalam merespons perubahan suhu ekstrem tanpa mengalami keretakan permanen.

2. Pelepasan tekanan panas pada area blok mesin dan radiator

ilustrasi mesin motor (vecteezy.com/pichai pipatkuldilok)

Selain sistem pembuangan, komponen internal mesin seperti blok silinder dan kepala silinder juga mengalami hal serupa. Mesin motor modern yang dilengkapi dengan pendingin cairan biasanya memiliki sensor suhu yang bekerja sangat aktif. Saat mesin mati, sirkulasi cairan pendingin berhenti, namun panas di dalam blok mesin masih tersisa dan berusaha keluar menuju atmosfer. Proses perpindahan panas dari dalam keluar ini terkadang memicu suara-suara kecil dari bagian luar mesin yang terbuat dari aluminium atau baja.

Pada beberapa kasus, suara ini juga bisa berasal dari bagian catalytic converter yang berfungsi menyaring polusi pada knalpot. Komponen ini bekerja pada suhu yang sangat tinggi agar dapat berfungsi optimal, sehingga proses pendinginannya pun memakan waktu lebih lama dan sering kali disertai dengan bunyi detak yang lebih keras dibandingkan bagian knalpot lainnya. Selama suara tersebut hilang dengan sendirinya seiring mendinginnya suhu mesin, maka hal tersebut bukanlah tanda adanya kerusakan mekanis.

3. Mengenali ciri bunyi yang mengindikasikan masalah serius

ilustrasi mesin motor mati (freepik.com/bublikhaus)

Walaupun sebagian besar bunyi ketukan setelah mesin mati adalah normal, ada beberapa kondisi yang patut diwaspadai. Jika suara "tek-tek" terdengar sangat keras dan disertai dengan bau gosong yang menyengat atau munculnya asap dari area mesin, hal ini bisa menjadi indikasi adanya kebocoran oli yang mengenai pipa panas. Selain itu, jika bunyi tersebut diikuti dengan suara mendesis yang panjang, ada kemungkinan terjadi kebocoran pada sistem pendingin atau radiator yang menyebabkan uap air keluar melalui celah yang rusak.

Pengendara perlu memperhatikan jika bunyi tersebut tidak hilang bahkan setelah mesin benar-benar dingin, atau jika bunyi muncul saat mesin sedang dinyalakan (bukan saat dimatikan). Bunyi ketukan saat mesin hidup biasanya merujuk pada setelan klep yang terlalu longgar atau masalah pada rantai keteng yang sudah aus. Dengan melakukan pemantauan rutin dan pembersihan area mesin dari kotoran yang menempel, risiko kerusakan fatal dapat dicegah sedini mungkin sehingga performa kendaraan tetap terjaga dalam jangka panjang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team