Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Filter Udara Kotor Bikin Skutik Lemot dan Boros BBM
Cover CVT dan boks filter udara Yamaha Grand Filano (IDN Times/Fadhliansyah)
  • Filter udara kotor pada motor matik injeksi menghambat aliran udara ke ruang bakar, membuat campuran bahan bakar tidak seimbang dan menurunkan performa mesin secara bertahap.
  • Kondisi udara terbatas memaksa sistem injeksi menambah bensin, sehingga konsumsi BBM meningkat perlahan tanpa disadari pengendara dalam penggunaan harian.
  • Pembakaran tidak sempurna akibat filter kotor meningkatkan suhu mesin dan memengaruhi area CVT, menyebabkan tarikan berat serta akselerasi kurang stabil saat motor panas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pada motor matik injeksi, suplai udara memiliki peran yang sama pentingnya dengan bahan bakar. Mesin modern bekerja berdasarkan perhitungan campuran udara dan bensin yang presisi. Ketika salah satu berubah, karakter mesin ikut berubah. Karena itu, filter udara sebenarnya termasuk komponen yang sangat menentukan performa, meski jarang diperhatikan.

Masalahnya, penurunan performa akibat filter udara tidak terjadi tiba-tiba. Perubahannya halus dan bertahap, sehingga pengendara sering beradaptasi tanpa sadar. Motor masih bisa dipakai harian, tetapi responsnya perlahan terasa berbeda dibanding saat kondisinya masih bersih.

1. Tarikan motor jadi terasa berat

Para Jagoan Safety Riding Honda Adu Skill di AHSRIC 2025 (Dok. AHM)

Mengutip beberapa sumber, filter udara yang kotor menghambat aliran udara menuju ruang bakar. Akibatnya campuran menjadi lebih kaya bahan bakar dibanding udara. Sistem injeksi memang berusaha menyesuaikan, tetapi tetap bekerja di luar kondisi ideal.

Gejalanya biasanya muncul pada bukaan gas awal. Motor terasa menahan, akselerasi terlambat, dan perlu putaran lebih tinggi untuk mendapatkan tenaga yang sama. Banyak pengendara mengira masalah berasal dari CVT, padahal sumbernya dari proses pembakaran yang tidak lagi efisien.

Semakin kotor filter, semakin besar tenaga yang hilang, bukan karena mesin lemah melainkan karena pembakaran tidak optimal.

2. Konsumsi BBM meningkat

ilustrasi filter udara motor (vecteezy.com/kasarp Techawongtham)

Saat udara terbatas, sistem injeksi akan menambah bahan bakar agar mesin tetap hidup stabil. Kondisi ini membuat konsumsi bensin meningkat perlahan.

Karena perubahan kecil setiap hari, pengendara jarang menyadari sampai jarak tempuh per liter terasa makin pendek. Tidak ada gejala ekstrem, hanya frekuensi isi bensin menjadi lebih sering dari biasanya.

Dalam jangka panjang, filter udara kotor membuat mesin bekerja lebih berat untuk menghasilkan tenaga yang sama, sehingga efisiensi keseluruhan menurun.

3. Mesin jadi lebih panas

potret filter udara motor (redhillmotorcyclewerx.com)

Pembakaran yang tidak sempurna meningkatkan temperatur kerja mesin. Panas ini tidak hanya memengaruhi ruang bakar, tetapi juga merambat ke area CVT pada motor matik yang posisinya berdekatan.

Akibatnya performa terasa menurun saat motor sudah digunakan cukup lama. Tarikan makin berat, getaran muncul lebih cepat, dan akselerasi tidak sekonsisten saat mesin masih dingin.

Kondisi ini sering disalahartikan sebagai kerusakan komponen CVT, padahal penyebab awalnya berasal dari suplai udara yang terhambat.

Editorial Team