Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Penjualan Motor 2025 Capai Target, Dominasi Skutik Tembus 91 Persen!

AHM membawa lini lengkap model motornya di IIMS 2025 (AHM)
AHM membawa lini lengkap model motornya di IIMS 2025 (AHM)
Intinya sih...
  • Dominasi skutik mencapai 91,7%, menandakan pergeseran preferensi masyarakat terhadap kemudahan pengoperasian dan fungsionalitas.
  • Peran vital industri pembiayaan dalam menjaga laju penjualan sepeda motor, dengan 65% pembelian dilakukan melalui skema kredit.
  • Pertumbuhan permintaan di luar Pulau Jawa menjadi penyelamat performa industri tahun lalu, dengan ekspor yang meningkat hingga 544.133 unit motor utuh (CBU).
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) resmi mengumumkan realisasi penjualan sepeda motor domestik sepanjang tahun 2025 yang mencapai angka 6.412.769 unit. Angka ini mencerminkan pertumbuhan sebesar 1,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sekaligus membuktikan bahwa sepeda motor tetap menjadi tulang punggung transportasi produktif bagi masyarakat Indonesia.

Pencapaian ini sesuai dengan proyeksi awal tahun yang ditetapkan asosiasi, yakni antara 6,4 juta hingga 6,7 juta unit. Meskipun diwarnai dengan tantangan pelemahan daya beli pada kelas menengah, stabilitas pasar tetap terjaga berkat peran strategis industri otomotif dalam menyediakan solusi mobilitas yang efisien dan efektif.

1. Dominasi mutlak segmen matik sebagai pilihan utama konsumen

Honda Pamer Kecanggihan PCX160 RoadSync dan Motor Listrik di IIMS (Dok. IDN Times)
Honda Pamer Kecanggihan PCX160 RoadSync dan Motor Listrik di IIMS (Dok. IDN Times)

Dalam peta persaingan kategori kendaraan, segmen skuter matik atau skutik mencatatkan dominasi yang nyaris tanpa perlawanan dengan kontribusi sebesar 91,7 persen. Angka ini menegaskan pergeseran preferensi masyarakat yang kini memprioritaskan kemudahan pengoperasian dan aspek fungsionalitas untuk mendukung kegiatan ekonomi maupun gaya hidup. Skutik tidak lagi sekadar kendaraan harian, melainkan telah menjadi standar mobilitas nasional yang mendikte arah inovasi produsen motor.

Kontribusi dari segmen lain terlihat sangat jauh di bawahnya, di mana tipe underbone atau motor bebek hanya menyumbang 4,46 persen dan tipe sport sebesar 3,51 persen. Sementara itu, meskipun terus didorong melalui berbagai kebijakan, adopsi sepeda motor listrik masih berada di angka di bawah 1 persen. Fenomena ini menunjukkan bahwa pasar domestik masih sangat mengandalkan motor matik berbasis bahan bakar minyak sebagai kendaraan produktif yang paling tepercaya di mata masyarakat.

2. Peran vital industri pembiayaan dalam menjaga laju penjualan

Adira Finance menyelenggarakan pameran otomotif Adira Expo Serba Cuan yang digelar di Java Supermal Semarang, 21-25 Mei 2025. (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)
Adira Finance menyelenggarakan pameran otomotif Adira Expo Serba Cuan yang digelar di Java Supermal Semarang, 21-25 Mei 2025. (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

Stabilitas angka penjualan sebesar 6,4 juta unit ini tidak lepas dari dukungan sektor pembiayaan yang tetap sehat dan kompetitif sepanjang tahun 2025. Data menunjukkan bahwa sekitar 65 persen dari total pembelian sepeda motor dilakukan melalui skema kredit. Hal ini menempatkan lembaga pembiayaan sebagai sistem pendukung utama yang memungkinkan masyarakat tetap dapat memiliki kendaraan meskipun daya beli secara umum sedang mengalami tekanan.

Kemudahan akses permodalan menjadi kunci bagi masyarakat kelas menengah untuk tetap bergerak produktif. Tanpa skema pendanaan yang kuat, pertumbuhan pasar sebesar 1,3 persen tersebut mustahil tercapai di tengah kondisi ekonomi yang menantang. Fleksibilitas tenor dan angsuran yang ditawarkan penyedia kredit menjadi jembatan yang menghubungkan kebutuhan masyarakat dengan stok kendaraan yang tersedia di diler-diler resmi di seluruh penjuru tanah air.

3. Dinamika ekonomi wilayah dan performa ekspor yang menjanjikan

ilustrasi saham (unsplash.com/Anne Nygård)
ilustrasi saham (unsplash.com/Anne Nygård)

Secara geografis, terjadi dinamika menarik di mana pertumbuhan permintaan di luar Pulau Jawa menjadi penyelamat performa industri tahun lalu. Hasil komoditas yang positif di wilayah luar Jawa mampu mengompensasi penurunan penjualan di Pulau Jawa yang terdampak oleh lesunya sektor industri manufaktur. Keseimbangan regional ini menjaga rata-rata penjualan bulanan tetap stabil di angka 535.000 unit, memberikan optimisme bahwa industri ini mampu terus menggerakkan roda ekonomi nasional.

Selain kuat di pasar domestik, industri sepeda motor Indonesia juga menunjukkan taringnya di pasar internasional dengan kinerja ekspor yang meningkat. Sepanjang tahun 2025, tercatat sebanyak 544.133 unit motor utuh (CBU) telah dikapalkan ke luar negeri, didampingi oleh jutaan set unit terurai (CKD) dan komponen suku cadang lainnya. Keberhasilan menembus pasar global ini membuktikan bahwa kualitas produksi motor dalam negeri telah memenuhi standar internasional dan memiliki daya saing yang tinggi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Latest in Automotive

See More

AISI: Kredit Jadi Pilihan Utama Pembelian Motor sepanjang 2025

11 Jan 2026, 11:05 WIBAutomotive