Mengelola pendapatan sebesar Rp3 juta per bulan menuntut disiplin tinggi, terutama ketika muncul kebutuhan untuk memiliki sepeda motor sebagai alat transportasi penunjang produktivitas. Keterbatasan anggaran bukan berarti menutup pintu kepemilikan kendaraan, namun memerlukan perhitungan yang jauh lebih presisi agar cicilan tidak menggerogoti kebutuhan pokok harian.
Kunci utama dalam mengambil kredit motor dengan penghasilan terbatas terletak pada pemilihan unit yang tepat dan pengaturan uang muka yang maksimal. Melalui perencanaan yang matang, kepemilikan motor dapat menjadi aset yang mendukung mobilitas tanpa harus terjebak dalam krisis keuangan keluarga yang berkepanjangan setiap akhir bulan.
