Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ini Ciri Busi Motor Sudah Harus Diganti, Jangan Abaikan!
ilustrasi busi (image by Gemini)
  • Busi berperan penting dalam sistem pengapian motor, dan kondisi aus dapat menyebabkan mesin sulit menyala serta menurunkan performa secara signifikan.
  • Tanda busi harus diganti meliputi kesulitan menyalakan mesin saat dingin, tarikan brebet, tenaga berkurang, dan konsumsi bahan bakar meningkat.
  • Pemeriksaan visual menunjukkan busi rusak melalui elektroda menipis, insulator retak, atau warna ujung busi berubah menjadi putih pucat atau hitam legam.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Busi merupakan komponen kecil dengan peran yang sangat vital dalam sistem pengapian mesin sepeda motor. Meskipun ukurannya tidak seberapa, kesehatan busi menentukan seberapa sempurna pembakaran yang terjadi di dalam ruang silinder. Tanpa percikan api yang kuat dan stabil, mesin tidak akan mampu menghasilkan performa maksimal, bahkan bisa menyebabkan kegagalan fungsi secara mendadak di tengah perjalanan.

Sering kali pengendara mengabaikan kondisi busi hingga motor benar-benar mogok atau sulit dinyalakan. Padahal, busi yang sudah aus atau rusak memberikan sinyal-sinyal tertentu yang bisa dirasakan melalui perubahan perilaku motor sehari-hari. Memahami ciri-ciri busi yang sudah mencapai batas usia pakainya adalah langkah preventif yang cerdas untuk menghindari kerusakan yang lebih parah pada komponen mesin lainnya.

1. Kesulitan menyalakan mesin pada kondisi dingin

Ilustrasi memanaskan mesin motor (pexels.com/Pragyan Bezbaruah)

Salah satu gejala paling umum yang menunjukkan busi harus segera diganti adalah mesin yang sulit dihidupkan, terutama saat pagi hari atau setelah motor diparkir dalam waktu lama. Kondisi ini terjadi karena elektroda busi sudah mengalami pengikisan atau tertutup tumpukan karbon, sehingga percikan api yang dihasilkan menjadi lemah. Akibatnya, percikan tersebut tidak cukup kuat untuk membakar campuran bahan bakar dan udara di dalam ruang bakar secara instan.

Jika penggunaan kick starter atau elektrik starter harus dilakukan berkali-kali sebelum mesin menyala, itu merupakan indikasi kuat bahwa daya hantar listrik pada busi sudah menurun drastis. Memaksakan penggunaan busi yang sudah lemah ini tidak hanya melelahkan fisik, tetapi juga berisiko mempercepat kerusakan pada komponen dinamo starter dan memperpendek usia pakai baterai atau aki akibat beban kerja yang berlebihan.

2. Penurunan performa dan munculnya gejala "brebet"

ilustrasi motor mogok (unsplash.com/John Canelis)

Busi yang sudah tidak optimal akan memengaruhi kelancaran akselerasi motor saat gas ditarik. Pengendara biasanya akan merasakan gejala tarikan mesin yang tersendat-sendat atau sering disebut dengan istilah "brebet", terutama pada kecepatan tinggi atau saat motor sedang diberi beban berat. Hal ini disebabkan oleh pengapian yang terputus-putus (mis-firing), sehingga siklus kerja mesin terganggu dan tenaga yang dihasilkan menjadi tidak stabil.

Selain tarikan yang tersendat, penurunan tenaga secara signifikan juga menjadi tanda yang jelas. Motor terasa lebih berat saat mendaki atau lambat dalam mencapai kecepatan tertentu meski putaran gas sudah dibuka lebar. Pembakaran yang tidak sempurna ini juga berdampak langsung pada konsumsi bahan bakar yang menjadi lebih boros karena banyak bensin yang terbuang sia-sia tanpa terbakar menjadi energi kinetik.

3. Perubahan warna dan kondisi fisik pada elektroda

ilustrasi busi (unsplash/shraga kopstein)

Pemeriksaan visual secara langsung pada bagian ujung busi adalah cara paling akurat untuk menentukan kelayakannya. Busi yang wajib diganti biasanya menunjukkan tanda-tanda fisik seperti elektroda yang sudah membulat atau menipis akibat loncatan listrik yang terus-menerus. Jika bagian insulator keramik terlihat retak atau terdapat kerak hitam pekat yang berminyak, itu menandakan busi sudah tidak mampu lagi bekerja dalam suhu tinggi dan lingkungan tekanan ruang bakar yang ekstrim.

Warna pada ujung busi juga berbicara banyak tentang kondisi internal mesin. Busi yang sudah aus biasanya berwarna putih pucat yang menandakan mesin terlalu panas, atau justru hitam legam yang menunjukkan adanya penumpukan sisa karbon yang berlebihan. Jika ditemukan tanda-tanda fisik seperti ini, segera menggantinya dengan busi baru sesuai spesifikasi pabrikan adalah solusi terbaik untuk mengembalikan efisiensi mesin serta memastikan kenyamanan dan keamanan selama berkendara di jalan raya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team