Godaan cicilan ringan sering kali menjadi magnet bagi calon pembeli motor yang ingin tetap menjaga gaya hidup tanpa harus mengorbankan pengeluaran bulanan secara drastis. Penawaran tenor panjang hingga empat atau lima tahun terlihat seperti solusi ajaib yang membuat motor impian terasa sangat terjangkau bagi siapa saja yang memiliki penghasilan tetap.
Namun, di balik angka angsuran yang rendah tersebut, terdapat risiko finansial yang mengintai dan sering kali tidak disadari hingga masa kredit berjalan setengah jalan. Tenor yang terlalu lama bukan sekadar soal durasi pembayaran, melainkan sebuah kontrak yang bisa mengikat kebebasan finansial dan menurunkan nilai aset kendaraan secara signifikan.
