Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kebiasaan Menurunkan Kaki Saat Menikung di Jalan Bisa Bikin Celaka!
ilustrasi naik motor (pexels.com/Alejandro Cely Follow)
  • Kebiasaan menurunkan kaki saat menikung di jalan aspal berisiko menyebabkan cedera serius seperti dislokasi sendi dan patah tulang akibat gesekan keras dengan permukaan jalan.
  • Tindakan tersebut mengganggu stabilitas motor karena hilangnya tumpuan pada footstep, membuat distribusi berat tidak seimbang dan meningkatkan potensi tergelincir di tikungan.
  • Kaki yang terjulur ke bawah rentan terkena benda statis atau terserempet kendaraan lain, sehingga posisi aman adalah menjaga kaki tetap di pijakan selama berkendara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Orang-orang yang naik motor kadang suka nurunin kaki pas belok di jalan. Katanya itu keren kayak pembalap, tapi ternyata bahaya banget. Kakinya bisa keseret aspal dan patah. Motor juga bisa oleng dan jatuh. Bisa kena batu atau mobil lain juga. Jadi harusnya kaki tetap di atas pijakan biar aman waktu jalan jauh.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kegiatan berkendara jarak jauh atau touring bersama komunitas sepeda motor selalu menawarkan petualangan yang menantang dan menyenangkan. Para peserta perjalanan dituntut untuk menguasai berbagai teknik berkendara yang aman demi kelancaran selama melintasi rute yang bervariasi.

Namun, di jalan raya sering kali terlihat pengendara yang meniru gaya balap tertentu saat melewati tikungan tajam. Salah satu kekeliruan yang sering dilakukan adalah kebiasaan menurunkan kaki ke arah dalam tikungan layaknya pembalap grasstrack atau supermoto.

1. Risiko cedera fraktur akibat benturan kaki dengan permukaan aspal

ilustrasi naik motor (pexels.com/Juan Carlos Duran Follow Donate)

Gaya menurunkan kaki ke bawah sangat tidak cocok diterapkan di atas permukaan jalan raya yang keras dan tidak rata. Saat berkendara di sirkuit tanah, kaki diturunkan sebagai penyeimbang karena traksi roda yang sangat minim di atas lumpur. Sebaliknya, aspal jalan raya memiliki tingkat cengkeraman yang sangat tinggi dan menyimpan banyak potensi bahaya tersembunyi yang tidak terduga.

Ketika kaki pengendara terjatuh atau menyentuh permukaan aspal dalam kecepatan tinggi, sepatu bot dapat mencengkeram aspal secara mendadak. Gaya gesek yang besar ini akan menarik kaki ke arah belakang dengan kekuatan yang sangat masif secara instan. Kondisi tersebut dapat menyebabkan cedera parah seperti dislokasi sendi lutut, otot robek, hingga patah tulang kaki yang fatal.

2. Gangguan stabilitas motor akibat hilangnya cengkeraman pada pijakan

ilustrasi touring naik motor (pexels.com/Zaur Takhgiriev)

Menurunkan kaki saat berbelok berarti menghilangkan tumpuan fisik utama pada komponen footstep atau pijakan kaki sepeda motor. Padahal, teknik menikung yang benar di jalan aspal sangat mengandalkan tekanan kaki pada footstep untuk menjaga keseimbangan bobot kendaraan. Ketika satu kaki diangkat dari pijakan, distribusi berat badan pengendara akan menjadi tidak seimbang dan mengacaukan pusat gravitasi motor.

Kondisi hilangnya tumpuan ini membuat suspensi motor bekerja tidak stabil di tengah tikungan dan memicu gejala limbung. Jika roda motor tidak sengaja menggilas kerikil atau marka jalan yang licin, pengendara akan kesulitan melakukan koreksi kemudi dengan cepat. Akibatnya, motor menjadi sangat mudah tergelincir atau mengalami kecelakaan low side karena kehilangan keseimbangan statisnya.

3. Ancaman bahaya dari objek statis dan kendaraan lain di lajur jalan

ilustrasi naik motor (pexels.com/Khoa Võ)

Jalan raya merupakan fasilitas umum yang dipenuhi oleh berbagai objek berbahaya di sepanjang pinggir lajur kendaraan. Kaki yang terjulur ke bawah sangat rentan menghantam lubang jalan, batu runcing, atau pembatas jalan yang menonjol ke tengah. Benturan sekecil apa pun dengan benda-benda statis tersebut saat motor sedang melaju kencang dapat berakibat fatal bagi keselamatan jiwa.

Selain objek diam, lajur jalan raya yang sempit juga dilewati oleh banyak pengguna jalan lain dari arah yang berlawanan. Kaki yang keluar dari dimensi pelindung motor berisiko tinggi terserempet oleh kendaraan lain yang melintas terlalu dekat. Oleh karena itu, menjaga kedua kaki tetap rapat menjepit tangki atau berada di atas pijakan adalah posisi paling aman selama touring.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article