Bagi seorang pemula, mengemudikan mobil atau sepeda motor adalah aktivitas yang sangat menegangkan karena seluruh fokus pikiran tersita untuk mengendalikan sebuah objek mekanis yang besar. Pengemudi baru harus terus berpikir keras tentang dimensi kendaraan, jarak spion, hingga kalkulasi posisi ban di atas marka jalan.
Namun, segalanya akan berubah secara drastis ketika seseorang sudah berada di tahap mahir atau berpengalaman. Otak manusia secara ilmiah akan berhenti memproses kendaraan sebagai objek luar yang terpisah, melainkan mulai mengintegrasikannya ke dalam peta tubuh di dalam sistem saraf pusat.
Berikut adalah penjelasan neurosains mengenai transformasi kendaraan menjadi ekstensi biologis serta dampaknya terhadap ledakan emosi di jalan raya.
