Banyak pemilik sepeda motor yang sering kali mengukur kondisi kesehatan kendaraan mereka hanya berdasarkan rasa nyaman saat berkendara di jalan raya. Selama mesin masih bisa dihidupkan dengan mudah, laju kendaraan terasa mulus, dan tidak ada suara bising yang mengganggu, motor dianggap berada dalam kondisi yang prima.
Pandangan intuitif seperti ini sebenarnya sering kali menjadi jebakan psikologis yang sangat menipu bagi para pengendara harian. Rasa nyaman atau sindrom masih enak dipakai sama sekali bukan merupakan indikator mutlak bahwa seluruh sistem mekanis di dalam mesin sedang berada dalam kondisi yang aman dan sehat.
