Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Mengenali Gejala Roller Motor Matik Sudah Peyang, Wajib Diganti

Mengenali Gejala Roller Motor Matik Sudah Peyang, Wajib Diganti
Ilustrasi roller motor matic (wahanahonda.com)
Intinya Sih
  • Roller pada sistem CVT motor matik berfungsi mengatur pergerakan puli depan, namun seiring pemakaian bentuknya bisa peyang dan memengaruhi kenyamanan serta performa berkendara.
  • Tanda roller rusak ditandai getaran tidak wajar, suara berisik dari area CVT, hingga akselerasi motor terasa berat dan tenaga mesin menurun drastis.
  • Roller peyang dapat menyebabkan selip saat menanjak dan risiko kerusakan komponen lain, sehingga pemeriksaan rutin tiap 10.000–12.000 km serta penggantian satu set roller sangat disarankan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Sistem transmisi otomatis atau Continuously Variable Transmission (CVT) merupakan komponen paling vital yang menentukan kenyamanan berkendara pada motor matik. Di dalam ruang CVT, terdapat komponen kecil berbentuk silinder yang disebut roller, yang bertugas mengatur pergerakan puli depan berdasarkan gaya sentrifugal. Seiring dengan masa pemakaian dan gesekan yang terus-menerus, bentuk roller yang semula bulat sempurna dapat berubah menjadi datar atau peyang pada sisi tertentu.

Kondisi roller yang sudah tidak bulat lagi akan menghambat pergerakan sabuk v-belt dalam mengubah rasio kecepatan secara mulus. Hal ini mengakibatkan penurunan performa mesin yang sangat signifikan dan gangguan pada rasa berkendara yang semula halus menjadi penuh getaran. Mengenali gejala kerusakan ini sejak awal sangat penting untuk mencegah kerusakan merambat ke komponen lain yang lebih mahal, seperti rumah roller atau bahkan v-belt yang berisiko putus di tengah jalan.

1. Timbulnya getaran tidak wajar dan suara berisik pada area CVT

ilustrasi service cvt motor matic (wahanahonda.com)
ilustrasi service cvt motor matic (wahanahonda.com)

Gejala paling umum yang dirasakan saat roller sudah mulai peyang adalah munculnya getaran atau gredek, terutama saat motor pertama kali dijalankan dari posisi diam. Getaran ini terjadi karena roller tidak mampu terlempar keluar secara merata di dalam jalurnya, sehingga pergerakan puli menjadi tidak stabil atau goyang. Selain getaran, gesekan antara bagian roller yang rata dengan dinding rumah roller sering kali menimbulkan suara berisik seperti gemeretak atau ketukan logam yang terdengar jelas saat mesin dalam posisi stasioner maupun saat berakselerasi.

Suara berisik ini biasanya menandakan bahwa lapisan teflon pelindung pada roller sudah mulai terkikis habis, menyisakan bagian logam di dalamnya yang beradu langsung dengan komponen lain. Jika dibiarkan, getaran ini tidak hanya mengganggu kenyamanan tangan saat memegang setang, tetapi juga dapat merusak bagian bushing dan kruk as akibat beban puntir yang tidak seimbang. Oleh karena itu, jika terdengar suara asing yang berasal dari blok mesin sebelah kiri, sebaiknya segera dilakukan pembukaan bak CVT untuk pengecekan fisik komponen secara menyeluruh.

2. Penurunan akselerasi dan napas mesin yang terasa tertahan

ilustrasi motor mogok (unsplash.com/John Canelis)
ilustrasi motor mogok (unsplash.com/John Canelis)

Roller yang peyang mengakibatkan pergerakan v-belt menjadi tersendat karena posisi roller sering kali tersangkut pada jalur rumah roller. Dampak yang paling terasa adalah akselerasi motor yang menjadi sangat lamban atau "ngeden" meskipun putaran gas sudah ditarik cukup dalam. Motor seolah kehilangan tenaga spontannya untuk menyalip kendaraan lain, karena rasio puli depan tidak bisa berubah secara linear mengikuti putaran mesin.

Selain tarikan awal yang berat, roller yang sudah rusak juga membuat motor sulit mencapai kecepatan puncak (top speed). Karena bentuknya yang sudah berubah menjadi kotak atau datar, roller tidak bisa menekan puli depan hingga maksimal ke diameter terluar. Akibatnya, napas mesin terasa sangat pendek dan kecepatan motor seolah tertahan di angka tertentu, padahal mesin sudah berteriak pada RPM tinggi. Kondisi ini secara otomatis memicu konsumsi bahan bakar yang lebih boros karena mesin dipaksa bekerja lebih keras namun tidak menghasilkan kecepatan yang sebanding.

3. Gejala tenaga yang hilang mendadak atau selip saat menanjak

Ilustrasi motor mogok (pexels/Mahsum Oğrak)
Ilustrasi motor mogok (pexels/Mahsum Oğrak)

Kondisi roller yang sudah parah sering kali menyebabkan gejala yang menyerupai selip kopling, di mana putaran mesin naik dengan cepat namun roda belakang tidak memberikan dorongan tenaga yang sesuai. Hal ini sangat berbahaya terutama saat motor digunakan untuk melewati medan jalanan yang menanjak. Saat membutuhkan torsi besar, roller yang peyang tidak mampu memberikan tekanan yang stabil pada v-belt, sehingga v-belt cenderung selip atau justru tertahan di rasio yang salah.

Kehilangan tenaga secara mendadak ini bisa sangat membahayakan keselamatan saat sedang menanjak karena motor berisiko mundur atau kehilangan momentum secara tiba-tiba. Pemeriksaan rutin setiap 10.000 hingga 12.000 kilometer sangat disarankan untuk melihat kondisi fisik roller secara langsung. Jika ditemukan tanda-tanda aus meskipun hanya pada satu sisi, penggantian roller satu set adalah pilihan yang mutlak dilakukan guna menjaga keseimbangan putaran mesin dan memastikan keawetan seluruh sistem transmisi matik agar tetap prima untuk penggunaan harian.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Latest in Automotive

See More