Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Motor Sudah Keyless Kok Masih Bisa Dicuri?
Ilustrasi remot motor (astra-honda.com)
  • Teknologi keyless meningkatkan kepraktisan motor modern, namun tetap memiliki celah keamanan karena sinyal radio dapat dimanipulasi oleh pelaku pencurian.
  • Pencuri memanfaatkan serangan relay dan peretasan modul elektronik untuk menyalakan motor tanpa remote asli, termasuk melalui penggandaan ID tag atau code grabber ilegal.
  • Penggunaan gembok mekanis tambahan dan penyimpanan remote dalam Faraday bag disarankan guna mencegah serangan sinyal serta memperkuat perlindungan kendaraan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Teknologi keyless atau sistem penguncian tanpa kunci fisik telah menjadi standar baru pada berbagai model sepeda motor modern untuk meningkatkan aspek praktis. Fitur ini bekerja dengan mengandalkan komunikasi sinyal frekuensi radio antara remote fobs dan modul penerima yang tertanam di dalam sistem elektronik kendaraan.

Meskipun sistem ini menawarkan perlindungan lebih baik dibandingkan kunci kontak konvensional yang mudah dibobol menggunakan kunci T, anggapan bahwa motor keyless sepenuhnya kebal terhadap pencurian adalah kekeliruan. Para pelaku tindak kriminal terus mengembangkan metode teknis untuk memanipulasi sinyal elektronik demi melarikan kendaraan incaran tanpa perlu merusak rumah kunci secara mekanis.

1. Metode manipulasi sinyal dan serangan relay

ilustrasi remote motor (wahanahonda.com)

Salah satu teknik yang paling umum digunakan oleh pencuri profesional untuk membobol sistem keyless adalah melalui serangan relay. Metode ini bekerja dengan cara menangkap sinyal frekuensi rendah yang dipancarkan secara terus-menerus oleh remote asli milik pemilik motor, meskipun remote tersebut berada di dalam rumah atau kantong pakaian. Alat penguat sinyal (signal booster) digunakan untuk meneruskan transmisi tersebut ke alat penerima yang berada di dekat motor, sehingga sistem kendaraan mengira pemiliknya sedang berada sangat dekat.

Begitu sistem menerima sinyal yang diperkuat tersebut, pengunci setang akan terbuka dan mesin dapat dinyalakan dengan mudah hanya dengan memutar kenop kontak. Teknik ini sangat senyap karena tidak memerlukan perusakan fisik maupun paksaan, sehingga sering kali tidak memicu kecurigaan dari warga sekitar. Ketidakwaspadaan dalam menyimpan remote di dekat pintu atau jendela depan rumah menjadi celah utama yang dimanfaatkan oleh pelaku untuk menduplikasi sinyal secara nirkabel dalam hitungan detik.

2. Risiko penggandaan id tag dan peretasan modul

ilustrasi remote motor (wahanahonda.com)

Setiap unit motor keyless biasanya dibekali dengan nomor seri unik atau ID tag yang berfungsi sebagai kode darurat jika remote hilang. Jika nomor rahasia ini jatuh ke tangan pihak yang tidak bertanggung jawab, mereka dapat dengan mudah mendaftarkan remote baru ke dalam sistem modul Smart Key System (SKS) motor tersebut. Kebocoran data ini sering terjadi akibat kecerobohan saat melakukan servis di bengkel tidak resmi atau ketika membagikan foto nomor seri tersebut ke media sosial tanpa sensor.

Selain itu, kemajuan teknologi alat pemindai kode (code grabber) yang kini lebih mudah didapatkan secara ilegal memungkinkan pencuri untuk meretas enkripsi pada modul elektronik motor. Dengan menyambungkan alat khusus ke soket Diagnostic Trouble Code (DTC) atau melalui jalur kabel tertentu, pelaku dapat melewati protokol keamanan pabrikan. Setelah sistem keamanan berhasil ditembus secara digital, motor dapat dijalankan tanpa memerlukan kehadiran remote asli, menjadikan fitur canggih tersebut tidak lagi berfungsi sebagai penghalang pencurian.

3. Strategi pencegahan tambahan untuk keamanan maksimal

ilustrasi remote motor (wahanahonda.com)

Mengingat adanya celah keamanan pada sistem elektronik, penggunaan pengaman tambahan yang bersifat mekanis tetap menjadi langkah preventif yang sangat krusial. Gembok cakram dengan sensor alarm atau kunci tambahan pada bagian tuas rem dapat memberikan lapisan perlindungan fisik yang sulit ditembus dengan cepat. Pencuri cenderung menghindari motor yang membutuhkan waktu lama untuk dibobol karena risiko tertangkap basah yang lebih tinggi, meskipun motor tersebut sudah menggunakan teknologi keyless.

Langkah lain yang sangat efektif adalah dengan menyimpan remote motor di dalam wadah khusus yang dilengkapi dengan fitur Faraday bag atau pelindung sinyal radio. Wadah ini mampu memblokir semua transmisi frekuensi keluar masuk, sehingga serangan relay tidak akan bisa mendeteksi keberadaan sinyal dari remote. Selain itu, sangat disarankan untuk selalu mematikan fungsi transmisi pada remote (jika tersedia fitur off) saat motor sedang diparkir dalam waktu lama untuk memastikan tidak ada sinyal aktif yang dapat dipindai oleh pihak luar.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team