Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

4 Kesalahan Pengemudi Mobil Saat Berhenti di Lampu Merah

4 Kesalahan Pengemudi Mobil Saat Berhenti di Lampu Merah
ilustrasi mengemudi di lampu merah (unsplash.com/Philip Myrtorp)
Intinya Sih
Gini Kak
Sisi Positif
  • Banyak pengemudi mobil melakukan kesalahan saat berhenti di lampu merah, seperti melewati garis marka yang bisa mengganggu pejalan kaki dan meningkatkan risiko kecelakaan.
  • Kesalahan lain termasuk berhenti terlalu dekat dengan kendaraan depan serta tidak menggunakan rem tangan saat berhenti lama, yang dapat memicu tabrakan atau pergerakan tak sengaja.
  • Menggunakan ponsel saat lampu merah membuat pengemudi kehilangan fokus dan keterlambatan bereaksi, sehingga penting untuk tetap waspada demi keselamatan dan ketertiban lalu lintas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Lampu merah berfungsi untuk mengatur arus lalu lintas agar tetap terlihat tertib dan aman untuk seluruh pengguna jalan. Sayangnya banyak pengemudi mobil yang mungkin kerap mengabaikan etika dan teknik berkendara yang benar ketika berhenti di persimpangan.

Kesalahan kecil pada saat berhenti di lampu merah mungkin terlihat sepele, padahal bisa memicu kemacetan, meningkatkan risiko kecelakaan, hingga mengganggu kenyamanan dari pengendara lainnya. Oleh sebab itu, simaklah beberapa kesalahan berikut ini yang kerap dilakukan pengemudi mobil pada saat berhenti di lampu merah, sehingga harus dihindari.

1. Berhenti melewati garis marka

ilustrasi mengemudi di lampu merah
ilustrasi mengemudi di lampu merah (unsplash.com/Nikita Kachanovsky)

Banyak pengemudi mungkin berhenti terlalu maju hingga melewati garis marka jalan yang ada di persimpangan. Kebiasaan ini bisa mengganggu jalur pejalan kaki dan kendaraan lain dari arah berlawanan yang memang memiliki hak untuk lewat.

Bukan hanya melanggar aturan lalu lintas, namun posisi berhenti yang tidak tepat bisa berpotensi memicu terjadinya kecelakaan. Pengemudi semestinya bisa berhenti tepat di belakang garis marka untuk menjaga ketertiban dan keselamatan bersama.

2. Terlalu dekat dengan kendaraan di depan

ilustrasi mengemudi di lampu merah
ilustrasi mengemudi di lampu merah (unsplash.com/Georg Arthur Pflueger)

Sebagian pengemudi mungkin berhenti dengan jarak yang terlalu dekat dengan kendaraan yang ada di depannya. Kondisi ini bisa menyulitkan proses manuver apabila kendaraan di depan mengalami adanya gangguan atau harus bergerak secara mendadak.

Jarak yang terlalu rapat bisa meningkatkan risiko tabrakan ringan pada saat kembali berjalan. Menjaga jarak aman pada saat berhenti tentu akan membantu dalam memberikan ruang gerak dan juga meningkatkan kewaspadaan yang ada.

3. Tidak menggunakan rem tangan saat berhenti lama

ilustrasi mengemudi (unsplash.com/Jaromír Kavan)
ilustrasi mengemudi (unsplash.com/Jaromír Kavan)

Pada saat mobil berhenti cukup lama di lampu merah, ternyata masih banyak pengemudi yang hanya mengandalkan pedal rem saja. Kebiasaan ini bisa menyebabkan kelelahan kaki dan meningkatkan risiko kendaraan bergerak tanpa disengaja.

Penggunaan rem tangan dapat memberikan keamanan tambahan, terutama pada jalan yang kondisinya sedikit menanjak. Selain itu, rem tangan bisa membantu menjaga posisi kendaraan agar tetap stabil selama mobilnya berhenti.

4. Mengalihkan perhatian dengan gawai

ilustrasi mengemudikan mobil (pexels.com/Hassan OUAJBIR)
ilustrasi mengemudikan mobil (pexels.com/Hassan OUAJBIR)

Banyak pengemudi kerap memanfaatkan waktu berhenti di lampu merah untuk menggunakan ponselnya, sehingga bisa menurunkan fokus. Perilaku ini bisa menyebabkan keterlambatan pada saat lampu lalu lintas sudah berubah hijau dan kurang mengawasi situasi sekitar dengan seksama.

Kurangnya perhatian bisa berpotensi menimbulkan situasi yang berbahaya jika kondisi lalu lintas mengalami perubahan secara tiba-tiba. Sebaiknya berusahalah untuk tetap waspada dan perhatikan kondisi sekitar agar bisa berkendara dengan penuh tanggung jawab.

Keselamatan dan ketertiban lalu lintas dimulai dari kebiasaan sederhana pada saat berhenti di lampu merah. Justru dengan menghindari kesan-kesalahan yang ada, maka pengemudi bisa berkontribusi dalam menciptakan lalu lintas yang lebih aman dan tertib. Proses berkendara pun akan berjalan dengan lebih nyaman dan aman.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar

Related Articles

See More