Comscore Tracker

Mengapa Motor MotoGP Tidak Bisa Digunakan di Jalan Raya?

Karena peruntukannya memang berbeda

Jakarta, IDN TIMES - MotoGP menjadi gelaran yang ditunggu oleh pencinta motor super cepat ini. Mengapa tidak, suara yang dihasilkan dan kecepatan motor yang digunakan para pembalap mampu membuat beberapa di antara kita berandai-andai ingin mencoba naik dan mengendarainya. Sayangnya motor MotoGP tidak bisa digunakan di jalan raya. Mau tahu apa sebabnya? 

1. Tidak dilengkapi fitur keamanan

Mengapa Motor MotoGP Tidak Bisa Digunakan di Jalan Raya?Dok.pribadi

Motor MotoGP tidak memiliki starter elektrik, bahkan kick starter pun juga tidak ada. Butuh kemampuan dan alat yang khusus untuk menyalakannya. Selain itu, Motor MotoGP tidak dilengkapi dengan headlamp, kaca spion, dan alat indikator yang membantu bikers melaju di jalan raya. Jika tidak ada kelengkapan seperti itu, maka siap-siap saja untuk ditilang, ya.

Baca Juga: 5 Teknologi Ini Ternyata Warisan dari MotoGP 

2. Suaranya yang kelewat bising

Mengapa Motor MotoGP Tidak Bisa Digunakan di Jalan Raya?motogp.com

Suara yang dihasilkan oleh motor MotoGP sangat bising, lho. Jika di layar televisi saja sudah terdengar keras, maka akan semakin bising jika kamu mendengarnya secara langsung.

Kemudian ada banyak negara yang membatasi kebisingan suara knalpot kendaraan hingga batas 95 desibel saja. Sedangkan suara knalpot motor MotoGP wajib memiliki tingkat kebisingan dibawah 139 desibel.

Wah, bisa-bisa suara bising ini mengganggu rumah tetangga kamu, lho.

3. Ban yang tidak diperuntukkan untuk jalan raya

Mengapa Motor MotoGP Tidak Bisa Digunakan di Jalan Raya?motogp.com

Seperti yang bisa kita lihat, ban yang digunakan motor MotoGP permukaannya sangat halus atau botak. Ban seperti ini disebut sebagai ban slick. Ini bertujuan agar day cengkram ban bisa mengimbangi daya dari mesin kendaraan yang begitu besar.

Ada opsi untuk bisa mengganti ban ini dengan ban konvensional untuk dipakai di jalan raya. Namun tetap penggunaan motor MotoGP di jalan raya itu tidak direkomendasikan, ya.

Baca Juga: Mengintip Teknologi di Balik Wearpack MotoGP, Penyelamat para Pembalap

Topic:

  • Dwi Agustiar

Berita Terkini Lainnya