Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sarung Tangan Motor Bau Apek, Penyebab dan Solusinya
Ilustrasi sarung tangan motor (freepik.com/bublikhaus)
  • Bau apek pada sarung tangan motor muncul akibat keringat berlebih yang terserap ke dalam bahan kain atau kulit, menciptakan lingkungan ideal bagi pertumbuhan bakteri penyebab bau.
  • Kondisi lembap setelah terkena hujan dan disimpan tanpa pengeringan sempurna mempercepat tumbuhnya jamur mikroskopis yang menimbulkan aroma tidak sedap.
  • Penumpukan sel kulit mati, debu jalanan, dan polusi di bagian dalam sarung tangan memicu reaksi alami yang menghasilkan bau busuk jika tidak dibersihkan secara rutin.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Sarung tangan motor bisa jadi bau banget kalau sering dipakai. Katanya itu karena keringat nempel di kainnya, terus ada debu dan kulit mati juga. Kadang sarung tangan basah kena hujan tapi nggak dikeringin dulu, jadi lembap dan jamur suka tumbuh. Sekarang orang disuruh rajin cuci dan jemur biar nggak bau lagi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Perlengkapan berkendara seperti pelindung tangan merupakan salah satu barang wajib yang selalu menemani perjalanan para penunggang roda dua setiap hari. Namun, masalah yang sering kali muncul dan mengganggu kenyamanan berkendara adalah timbulnya aroma kurang sedap atau bau apek yang menyengat dari bagian dalam pelindung tersebut.

Banyak pengendara yang kurang menyadari bahwa benda pelindung ini sangat rentan menjadi sarang berkembangnya berbagai macam mikroorganisme berbahaya akibat paparan kondisi lingkungan luar. Penumpukan aroma tidak sedap ini umumnya dipicu oleh beberapa kebiasaan sepele serta kondisi kelembapan yang sering kali diabaikan setelah selesai berkendara.

1. Keringat telapak tangan yang terjebak di dalam material kain

ilustrasi sarung tangan motor (pexels.com/Rachel Claire)

Penyebab paling utama dari munculnya aroma kurang sedap ini adalah akumulasi keringat yang keluar dari pori-pori kulit telapak tangan saat melakukan perjalanan. Ketika berkendara di bawah terik matahari atau dalam kondisi macet, suhu di dalam pelindung tangan akan meningkat drastis dan memicu produksi keringat secara berlebihan.

Cairan keringat yang mengandung garam dan protein tersebut kemudian akan diserap secara mendalam oleh lapisan kain atau kulit bagian dalam pelindung tangan. Jika kondisi ini dibiarkan terus-menerus tanpa adanya proses pembersihan secara berkala, campuran zat organik dari tubuh akan menjadi media pertumbuhan yang sangat ideal bagi bakteri pelunak protein.

2. Proses pengeringan yang kurang sempurna setelah terkena air hujan

Ilustrasi sarung tangan motor (pexels.com/cottonbro studio)

Faktor lingkungan seperti perubahan cuaca yang tidak menentu juga memegang peranan besar dalam merusak kesegaran aroma perlengkapan berkendara ini. Saat terpaksa menembus guyuran air hujan, pelindung tangan akan menjadi sangat basah dan menyerap air kotor yang bercampur dengan debu jalanan.

Kesalahan terbesar yang sering dilakukan setelah kehujanan adalah langsung menyimpan benda basah tersebut ke dalam bagasi motor yang sempit, gelap, dan pengap. Lingkungan yang lembap dan minim sirkulasi udara luar seperti itu akan mempercepat pertumbuhan jamur mikroskopis yang menjadi dalang utama munculnya aroma apek yang sangat pekat.

3. Penumpukan sel kulit mati dan debu polusi jalanan

ilustrasi sarung tangan motor (freepik.com/freepik)

Setiap hari saat memegang kendali setang kemudi, terjadi gesekan konstan antara kulit telapak tangan dengan lapisan bagian dalam dari kain pelindung tersebut. Gesekan yang terjadi selama berjam-jam ini menyebabkan sel-sel kulit mati yang terkelupas secara alami menempel dan menumpuk di sela-sela serat kain terdalam.

Kondisi tersebut diperparah oleh partikel debu halus serta asap polusi kendaraan yang menyusup masuk melalui celah pergelangan tangan saat berkendara. Kombinasi antara tumpukan sel kulit mati, debu jalanan, dan bakteri yang memakan kotoran tersebut menciptakan reaksi kimia alami yang menghasilkan bau busuk dan sulit hilang jika tidak dicuci dengan benar.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article