5 Tips Aman Berkendara saat Angin Kencang Melanda

- Mengurangi kecepatan kendaraan untuk mengurangi risiko kehilangan kendali
- Memegang kemudi dengan kuat dan stabil untuk menjaga kendali saat angin kencang menerpa
- Menghindari melintas di jalan terbuka atau jembatan, mencari jalur alternatif yang lebih terlindungi
Angin kencang merupakan salah satu kondisi cuaca ekstrem yang bisa membahayakan pengendara di jalan. Terlebih bagi pengendara sepeda motor atau kendaraan ringan, hembusan angin dapat menyebabkan kehilangan keseimbangan, sulit mengendalikan kemudi, atau bahkan terseret ke jalur lain.
Selain itu, pengendara mobil juga tidak luput dari bahaya angin kencang, terutama saat melintas di jembatan, jalan terbuka, atau saat menyalip kendaraan besar seperti truk dan bus. Nah, Kira-kira bagaimana caranya agar tetap aman berkendara saat angin kencang? Scroll yuk!
1. Mengurangi kecepatan kendaraan

Salah satu cara paling efektif mengurangi risiko saat angin kencang adalah menyesuaikan kecepatan kendaraan. Mengemudi terlalu cepat meningkatkan kemungkinan kehilangan kendali saat angin tiba-tiba menerpa kendaraan dari samping.
Pengendara disarankan untuk menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan, mengurangi kecepatan, dan tetap tenang menghadapi hembusan angin. Dengan kecepatan yang terkendali, kendaraan lebih stabil dan pengendara memiliki waktu lebih untuk merespons situasi darurat.
2. Memegang kemudi dengan kuat

Saat angin kencang menerpa, kendaraan bisa terdorong atau terseret. Pegangan kemudi yang mantap sangat penting untuk menjaga kendali. Pengendara motor sebaiknya menggunakan kedua tangan, sementara pengemudi mobil harus tetap fokus dan menghindari gangguan saat mengemudi.
Selain itu, posisi tangan yang stabil membantu menyesuaikan arah kendaraan jika angin tiba-tiba datang dari samping. Latihan kontrol kemudi yang baik bisa menjadi persiapan penting menghadapi kondisi cuaca ekstrem.
3. Menghindari melintas di jalan terbuka atau jembatan

Jalan terbuka dan jembatan merupakan titik rawan saat angin kencang. Angin bisa datang tanpa halangan dan mendorong kendaraan ke sisi lain. Pengendara disarankan untuk mencari jalur alternatif yang lebih terlindungi atau menunda perjalanan jika memungkinkan.
Selain itu, jika terpaksa melintasi area terbuka, pengendara harus lebih berhati-hati, menurunkan kecepatan, dan fokus penuh pada kondisi sekitar. Kesadaran terhadap lingkungan sekitar membantu mengurangi risiko kecelakaan akibat hembusan angin.
4. Menjaga jarak dengan kendaraan besar

Truk, bus, atau kendaraan besar lainnya bisa menimbulkan turbulensi saat melintas di dekat kendaraan kecil. Angin dari kendaraan besar ini bisa menyebabkan pengendara kehilangan keseimbangan, terutama motor atau mobil ringan.
Untuk menghindari risiko, jaga jarak aman dari kendaraan besar dan jangan menyalip di area rawan angin. Tetap berada di jalur stabil dan hindari bereaksi terlalu cepat agar kendaraan tetap terkendali.
5. Menggunakan alat pelindung dan pakaian yang sesuai

Pengendara motor harus menggunakan helm yang aman, jaket, sarung tangan, dan sepatu tertutup. Pakaian dan perlengkapan yang tepat membantu melindungi tubuh saat terjadi goyangan kendaraan akibat angin.
Untuk pengemudi mobil, pastikan sabuk pengaman selalu terpasang, kaca tertutup rapat, dan spion diperiksa secara berkala. Keselamatan diri sendiri tetap menjadi prioritas utama di tengah cuaca ekstrem.


















