Jakarta, IDN Times - Dalam setiap periode musim pelaporan pajak, biasanya kasus penipuan yang mengatasnamakan petugas Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mengalami peningkatan cukup signifikan.
Mengutip situs resmi BCA, ada periode-periode kritis saat penipuan sering muncul. Pertama, Januari-Maret berupa peningkatan jumlah penipuan yang menyasar Wajib Pajak Orang Pribadi lantaran bertepatan dengan batas akhir pelaporan SPT pada 31 Maret.
Kemudian pada April, yakni peningkatan jumlah penipuan yang menyasar Wajib Pajak Badan (Perusahaan) karena batas akhir pelaporan SPT Badan adalah 30 April.
Pada masa transisi kebijakan, yakni saat ada pembaruan sistem atau data besar-besaran seperti implementasi sistem Coretax atau pemutakhiran data NPWP.
Kemudian pada periode akhir tahun yang biasanya muncul modus terkait tunggakan pajak atau ancaman penyitaan aset untuk mengejar target penerimaan negara pada akhir tahun.
