Jakarta, IDN Times - Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS), Muhammad Akbar Djohan membeberkan sederet dampak konflik di Timur Tengah yang berujung penutupan Selat Hormuz oleh Iran.
Akbar mengatakan, pengiriman 300 ribu ton bahan baku produksi pabrik baja Krakatau Steel terhambat karena penutupan selat tersebut.
“Bahan baku terus terang kita masih impor, dan ada 300-an ribu ton kami masih bermasalah di Selat Hormuz,” kata Akbar di kantor Krakatau Steel, Jakarta, Senin (27/4/2026).
