ilustrasi literasi keuangan (pexels.com/KaboomPics)
Literasi keuangan saat ini bukan lagi hanya tentang memahami angka, melainkan tentang memahami motif, emosi, dan mekanisme di balik apa yang muncul di linimasa.
Bagi generasi yang tumbuh dalam ekonomi on-demand, platform digital telah menjadi sumber utama pengetahuan keuangan. Dari kiat penganggaran di TikTok hingga kiat investasi di Instagram Reels, Millennial dan Gen Z semakin beralih ke kreator konten, bukan lembaga tradisional untuk mendapatkan panduan dalam mengelola keuangan mereka.
Pergeseran ini telah mendemokratisasi pendidikan keuangan, tetapi juga membuka pintu bagi risiko-risiko baru. Tanpa pengawasan regulasi, saran menyesatkan, strategi yang terlalu disederhanakan, dan promosi investasi yang agresif dapat menyebar tanpa terkendali membuat audiens muda rentan terhadap bahaya.
IDN menggelar Indonesia Summit 2025, sebuah konferensi independen yang khusus diselenggarakan untuk dan melibatkan generasi Milenial dan Gen Z di Tanah Air. Dengan tema "Theme: Thriving Beyond Turbulence Celebrating Indonesia's 80 years of purpose, progress, and possibility". IS 2025 bertujuan membentuk dan membangun masa depan Indonesia dengan menyatukan para pemimpin dan tokoh nasional dari seluruh nusantara.
IS 2025 diadakan pada 27 - 28 Agustus 2025 di Tribrata Dharmawansa, Jakarta. Dalam IS 2025, IDN juga meluncurkan Indonesia Millennial and Gen-Z Report 2026.
Survei ini dikerjakan oleh IDN Research Institute. Melalui survei ini, IDN Media menggali aspirasi dan DNA Milenial dan Gen Z, apa nilai-nilai yang mendasari tindakan mereka. Survei dilakukan pada Februari sampai April 2025 dengan studi metode campuran yang melibatkan 1.500 responden, dibagi rata antara Milenial dan Gen Z.
Survei ini menjangkau responden di 12 kota besar di Indonesia, antara lain Jabodetabek, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Medan, Palembang, Solo, Banjarmasin, Balikpapan, dan Makassar.