Jakarta, IDN Times - Pemerintah mengumumkan stimulus ekonomi yang akan digelontorkan di periode Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriyah. Stimulus yang diberikan berupa diskon tiket moda transportasi, bantuan sosial (bansos), hingga imbauan mekanisme kerja dari mana saja alias work from anywhere (WFA).
Ada tujuh menteri yang hadir dalam pengumuman stimulus itu, yakni Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto; Menteri Sekretariat Negara, Prasetio Hadi; Sekretariat Kabinet, Teddy Indra Wijaya; Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi; Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf alias Gus Ipul; Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli; dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB), Rini Widyantini.
Airlangga mengatakan, untuk stimulus transportasi, pemerintah menggelontorkan anggaran Rp911,16 miliar yang berasal dari APBN dan non-APBN.
Stimulus itu berupa diskon tiket kereta api yang disalurkan melalui PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI, sebesar 30 persen 1,2 juta penumpang.
“Itu untuk perjalanan periode 14029 Maret 2026,” ucap Airlangga di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (10/2/2026).
Lalu, diskon tiket kapal PELNI sebesar 30 persen untuk periode perjalanan 11 Maret sampai 5 April 2026.
“Demikian pula angkutan penyeberangan, ASDP, tanggal 12 sampai 31 Maret. Diskon tarif 100 persen dari jasa ke pelabuhan. Jadi 100 persennya dari jasa ke pelabuhan. Kemudian targetnya adalah 945 ribu unit kendaraan, dan 2,4 juta penumpang,” tutur Airlangga.
Pemerintah juga memberikan diskon tiket pesawat sebesar 17-18 persen untuk kelas ekonomi dan perjalanan dalam negeri atau domestik.
“Targetnya 3,3 juta penumpang,” kata Airlangga.
Adapun WFA diterapkan melalui Surat Edaran (SE) Menaker, yang akan berlaku selama 5 hari, yakni 16, 17, 25, 26, dan 27 Maret 2025.
“Bagi pegawai ASN akan ada surat edaran, dan juga pekerja swasta juga akan ada surat edaran dari Menaker,” kata Airlangga.
Untuk bansos, akan diberikan bantuan pangan berupa 10 kilogram (kg) beras dan 2 liter minyak goreng selama 2 bulan, dengan target penerima 35,04 juta keluarga penerima manfaat (KPM).
“Kebutuhan anggaran sebesar Rp11,92 triliun, dan ini akan mulai disalurkan di bulan Ramadhan atau Februari nanti,” ujar Airlangga.
