Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Stimulus Lebaran Rp13 T Disiapkan, Airlangga: Nilainya Bisa Lebih Besar

Stimulus Lebaran Rp13 T Disiapkan, Airlangga: Nilainya Bisa Lebih Besar
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. (IDN Times/Triyan).
Intinya sih...
  • Bansos diberikan untuk menjaga konsumsi masyarakat
  • Laju inflasi akan tetap dijaga pada level 2,5 plus minus 1 persen
  • Bakal dilakukan optimalisasi logistik pangan
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Pemerintah berencana menyiapkan sejumlah stimulus ekonomi untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi pada momentum Lebaran. Total anggaran yang disiapkan untuk kebijakan tersebut diperkirakan mencapai Rp13 triliun.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, stimulus tersebut akan difokuskan untuk mendukung konsumsi masyarakat selama periode Ramadan hingga Hari Raya Idulfitri.

Meski demikian, Airlangga menegaskan bahwa kepastian besaran anggaran masih dalam tahap pembahasan lintas kementerian dan lembaga.

“(Stimulus) jumlahnya akan lebih banyak dan nilainya lebih besar. Detail program lainnya akan kami umumkan kemudian, dengan kisaran anggaran sekitar Rp13 triliun,” ujarnya saat ditemui di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (29/1/2026).

1. Bansos diberikan untuk menjaga konsumsi masyarakat

Stimulus Lebaran Rp13 T Disiapkan, Airlangga: Nilainya Bisa Lebih Besar
Ilustrasi Bansos (Foto: IDN Times)

Stimulus tersebut mencakup berbagai insentif. Selain itu, diskon tarif hingga bantuan sosial (bansos).

Tujuannya untuk menjaga konsumsi masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah. Bansos tersebut meliputi beras dan minyak goreng MinyaKita.

2. Laju inflasi akan tetap dijaga pada level 2,5 plus minus 1 persen

Stimulus Lebaran Rp13 T Disiapkan, Airlangga: Nilainya Bisa Lebih Besar
ilustrasi inflasi (vecteezy.com/Khunkorn Laowisit)

Airlangga menegaskan, pemerintah akan terus menjaga inflasi sesuai target APBN, yakni 2,5 persen plus minus 1 persen. Inflasi volatile food (komponen bergejolak) menjadi perhatian utama, khususnya komoditas pangan agar tetap berada di kisaran 3-5 persen.

“Kita mendorong agar koordinasi antardaerah dan pusat terus dijaga, terutama untuk pengadaan pasokan pangan antarwaktu dan antarwilayah, dan peningkatan produktivitas dan pembiayaan, sekaligus juga kelancaran logistik untuk beberapa komunitas seperti bawang merah, bawang putih, dan tentu yang penting mengenai beras,” tuturnya

3. Bakal dilakukan optimalisasi logistik pangan

Stimulus Lebaran Rp13 T Disiapkan, Airlangga: Nilainya Bisa Lebih Besar
Menko Pangan Zulkifli Hasan dan Dirut Bulog Letjen Ahmad Rizal Ramadhan melihat tumpukan karung. (IDN Times/Dok Humas Bulog Jateng)

Kemudian pemerintah akan melakukan optimalisasi logistik pangan dilakukan melalui fasilitasi arus distribusi antarwilayah, dari daerah surplus ke wilayah yang membutuhkan, guna memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Kemudian, logistik pangan dengan fasilitasi antarwilayah dari daerah surplus ke daerah yang membutuhkan,” ucapnya.

Selain itu, inflasi administered price (harga yang diatur pemerintah) juga terus dijaga, terutama untuk komoditas bahan pangan strategis

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More

OJK Minta SRO Serahkan Data Ultimate Beneficial Owner Emiten ke MSCI

29 Jan 2026, 20:31 WIBBusiness