Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
8 Tips Aman Berbisnis dengan Teman, Biar Gak Ribut di Kemudian Hari
ilustrasi bagi hasil usaha (pexels.com/Ivan S)
  • Artikel menekankan pentingnya profesionalitas dan kemampuan memisahkan urusan pribadi dari pekerjaan saat berbisnis dengan teman.

  • Ditekankan perlunya kesamaan visi, keterbukaan soal keuangan, serta keberanian menerima kritik demi menjaga kelancaran bisnis bersama.

  • Menjaga komunikasi, menghargai perbedaan pendapat, dan memiliki pendirian teguh disebut sebagai kunci agar bisnis tidak merusak persahabatan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Berbisnis dengan teman tentu terdengar menyenangkan. Hubungan dekat dianggap bisa jadi modal utama agar bisnis bisa berjalan lancar.

Sayangnya, kamu seringkali mungkin lupa bahwa kedekatan secara personal saja tak cukup untuk mencapai kesuksesan dalam berbisnis. Saat ingin menjalani bisnis dengan teman sendiri, sebaiknya perhatikan tujuh hal ini.

1. Tidak mengandalkan perasaan, tapi profesional

ilustrasi bisnis dengan teman (pexels.com/RDNE Stock project)

Hubungan yang dekat bisa jadi membuatmu enggan menegur saat temanmu melakukan kesalahan. Padahal, kesalahan yang dibiarkan terus-menerus akan berakibat fatal pada bisnis kalian.

Sebaiknya, bersikaplah profesional jika urusannya soal pekerjaan. Jika temanmu memang salah, jangan ragu untuk menegur atau mengingatkan.

2. Hargai perbedaan pendapat

ilustrasi menghargai pendapat teman (pexels.com/Thirdman)

Sebagai teman atau sahabat, kalian mungki punya banyak kesamaan. Hobi, sifat, prinsip hidup, hingga visi dan misi dalam berbisnis. Namun, banyaknya kesamaan justru seringkali tidak berdampak baik.

Dalam membangun bisnis, butuh lebih banyak ide gila dan kreativitas yang tak terkira. Kamu dan teman-temanmu justrus seharusnya punya pemikiran yang beragam atau berbeda-beda.

3. Punya visi dan misi yang sama itu wajib

ilustrasi visi misi bisnis (pexels.com/RDNE Stock project)

Yang paling penting saat membangun bisnis dengan teman sendiri adalah menyamakan visi dan misi bersama. Temanmu mungkin lebih fokus pada profit dan kemampuan menjual produk dalam jumlah besar.

Sementara, kamu ingin mengutamakan kepuasan pelanggan dan mengembangkan jaringan bisnis. Nah, perbedaan semacam ini yang harusnya dihindari karena menyamakan visi dan misi itu paling penting.

4. Bersikap terbuka saat membagi hasil

ilustrasi bagi hasil usaha (pexels.com/Ivan S)

Uang adalah salah satu yang punya potensi menimbulkan perselisihan dalam bisnis. Itulah alasan mengapa sikap terbuka bisa jadi cara antisipasi yang paling ampuh.

Buat catatan arus modal, pengeluaran, dan pendapatan dengan jelas. Jika ada salah satu teman yang ingin meminjam uang, bukti dan tanggal kembalinya pun harus jelas pula.

5. Jangan takut dikritik teman sendiri

ilustrasi kritik dari teman (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Kritik atau saran adalah yang dibutuhkan agar bisnis bisa lebih maju. Jangan tersinggung atau marah ketika kritik itupun datang dari teman yang selama ini selalu mendukung keputusanmu. Jika teman menegur produktivitasmu yang lemah, hal itu seharusnya bisa ditanggapi dengan posistif.

6. Jangan biarkan masalah merusak persahabatan

ilustrasi kritik dari teman (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Bisnismu memang tak akan selalu berjalan lancar. Akan ada masalah atau kesulitan yang punya potensi membahayakan hubungan kalian.

Di saat seperti ini, ikatan persahabatan justru harus dipertahankan dan jadi penguatnya. Jangan mudah terpancing suasana hingga bisnis berantakan dan persahabatan pun bubar.

7. Jangan ragu menolak ide temanmu

ilustrasi membuka bisnis dengan teman (pexels.com/Kampus Production)

Kamu dan temanmu punya kebebasan menuangkan ide dalam bisnis yang dijalankan bersama. Namun, keputusan-keputusan yang diambil haruslah sesuai kesepakatan semua.

Tidak bisa memilih satu ide hanya karena tidak enak menolak karena ide itu datang dari teman sendiri. Sikap semacam ini justru akan membahayakan bisnis kalian bersama.

8. Punya pendirian yang teguh

ilustrasi diskusi bisnis (pexels.com/Anastasia Shuraeva)

Kadang, kemauan berkompromi memang dibutuhkan saat bisnis dengan teman. Sayangnya, terlalu mudah berkompromi justru membuktikan kalau kamu tak punya pendirian.

Jauhkan perasaan tidk enak atau kikuk lantaran berbisnis dengan teman sendiri. Jika kamu yakin dengan pilihanmu, maka tegas menolak pilihan teman sah-sah saja kamu lakukan.

Bagaimana pun, kunci keberhasilan berbisnis dengan teman sendiri adalah kemampuan membedakan urusan personal dan profesional. Selama tahu batasan-batasan tersebut, bukan tidak mungkin bisnis dengan teman sendiri akan bisa berhasil.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team