Wakil Menteri BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara), Dony Oskaria. (IDN Times/Vadhia Lidyana)
Sebelumnya, Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria mengatakan pihaknya sedang meninjau ulang fundamental bisnis BUMN, dengan tujuan memperkuat dan meningkatkan daya saing perusahaan.
Dalam proses itu, jumlah BUMN dan anak usahanya, baik anak usaha langsung maupun tidak langsung akan dipangkas. Dari 889 perusahaan, nantinya jumlah BUMN dan anak usaha berkurang jadi di bawah 200 perusahaan.
"Nah ini akan terjadi dari 888 perusahaan, kita harapkan ini akan menjadi kurang dari 200 perusahaan yang skalanya besar dan memiliki kemampuan, daya kompetisi yang kuat," kata Dony dalam acara Outlook Ekonomi DPR yang digelar detikcom, di Jakarta, Selasa (20/5).
Dony mengatakan, dalam prosesnya nanti akan ada penutupan perusahaan, atau perombakan bisnis.
"Dan kita melakukan secara komprehensif, strategi untuk melakukan reprofiling daripada bisnisnya, ada juga kita melakukan turn around daripada bisnisnya, mungkin ada juga yang akan kita tutup, tergantung daripada hasil fundamental business review," ujar Dony.