Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Mahkamah Agung Tangani 38.148 Perkara Sepanjang 2025, Naik 22,5 Persen
Air canada (unsplash.com/David Syphers)

Intinya sih...

  • Embargo AS picu krisis bahan bakar jet di sembilan Bandara Kuba: Krisis bahan bakar penerbangan dipicu oleh kebijakan agresif Pemerintah AS yang menghentikan pasokan minyak dari Venezuela dan Meksiko.

  • Air Canada kerahkan penerbangan khusus jemput ribuan wisatawan di Kuba: Air Canada menangguhkan layanan penerbangan ke Kuba dan mengerahkan armada khusus untuk menjemput 3.000 pelanggan yang terjebak di sana.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Maskapai nasional Air Canada resmi mengumumkan penangguhan seluruh layanan penerbangan menuju Kuba pada Senin (9/2/2026). Langkah darurat ini diambil sebagai respons terhadap krisis energi yang melumpuhkan wilayah tersebut.

Penangguhan operasional dilakukan menyusul adanya peringatan keras dari otoritas terkait mengenai ketiadaan pasokan bahan bakar jet, yang diproyeksikan mulai terjadi pada Selasa (10/2/2026) di seluruh bandara internasional utama di Kuba.

Kebijakan drastis ini merupakan dampak langsung dari pengetatan embargo minyak oleh Amerika Serikat (AS) yang memutus aliran pasokan energi vital dari Venezuela menuju negara kepulauan tersebut. Akibat dari penghentian layanan tersebut, maskapai harus segera mengatur mekanisme pemulangan bagi sekitar 3.000 wisatawan yang saat ini masih berada di Kuba. Langkah evakuasi ini diprioritaskan guna memastikan keselamatan serta kelancaran perjalanan para penumpang untuk kembali ke Kanada.

1. Embargo AS picu krisis bahan bakar jet di sembilan Bandara Kuba

Krisis bahan bakar penerbangan yang melanda Kuba saat ini dipicu oleh kebijakan agresif Pemerintah AS melalui Perintah Eksekutif 14380 yang ditandatangani Presiden Donald Trump, pada akhir Januari 2026. Kebijakan tersebut menetapkan status darurat nasional dan ancaman tarif impor tinggi bagi negara mana pun yang menyuplai minyak ke wilayah Kuba.

Kondisi semakin memburuk setelah intervensi militer di Caracas yang berujung pada penahanan Nicolás Maduro, sehingga menghentikan total pengiriman minyak dari Venezuela dan Meksiko. Berdasarkan laporan Notice to Air Missions (NOTAM), ketersediaan bahan bakar Jet A-1 dinyatakan kosong di sembilan bandara internasional utama, termasuk Havana dan Varadero, terhitung mulai 10 Februari hingga 11 Maret 2026.

Menanggapi situasi tersebut, manajemen Air Canada memutuskan untuk menangguhkan operasional guna menghindari risiko ketidakpastian pasokan energi.

"Air Canada mengambil keputusan ini menyusul saran yang dikeluarkan oleh pemerintah mengenai tidak adanya pasokan bahan bakar penerbangan di bandara-bandara Kuba, di mana diproyeksikan bahwa per 10 Februari bahan bakar tersebut tidak akan tersedia secara komersial di bandara-bandara pulau itu," kata pihak maskapai, dilansir Yahoo Finance.

2. Air Canada kerahkan penerbangan khusus jemput ribuan wisatawan di Kuba

Penangguhan layanan Air Canada berdampak pada penghentian seluruh rotasi penerbangan harian menuju Havana, Varadero, Holguín, dan Santa Clara dalam jangka waktu yang belum ditentukan. Sebagai langkah mitigasi, maskapai tersebut mengerahkan armada khusus dalam status penerbangan feri untuk menjemput sekitar 3.000 pelanggan yang terjebak di wilayah Kuba. Prosedur pengangkutan bahan bakar cadangan atau tankering diterapkan dari Kanada, sehingga pesawat memiliki energi yang cukup untuk kembali tanpa harus melakukan pengisian ulang di bandara tujuan.

Berbeda dengan langkah total yang diambil Air Canada, maskapai Air Transat dan WestJet memilih untuk tetap beroperasi dengan modifikasi jadwal serta pemberhentian teknis di negara ketiga. Juru bicara Air Transat, Marie-Ève Vallières menjelaskan, pihaknya berupaya keras mempertahankan konektivitas meskipun terjadi krisis energi.

"Meskipun situasi ini berada di luar kendali kami, kami berharap dapat mengoperasikan penerbangan sesuai jadwal dengan menerapkan langkah-langkah kontinjensi, seperti pemberhentian teknis jika diperlukan," kata Vallières, dilansir Sask Today.

Di sisi lain, manajemen WestJet juga mengeluarkan pernyataan tertulis untuk memastikan keamanan operasional mereka di wilayah Karibia tersebut. Melalui penerapan taktik tankering maksimal, pihak maskapai memberikan kepastian kepada para penumpangnya.

"Fokus kami tetap pada keselamatan tamu dan para awak pesawat, dan penting juga untuk dicatat bahwa semua penerbangan WestJet tiba di Kuba dengan bahan bakar yang cukup untuk berangkat dari Kuba dengan aman," ujar pihak manajemen WestJet.

3. Krisis energi di Kuba rugikan ekonomi dan ancam sektor pariwisata

Kelumpuhan sektor penerbangan memberikan pukulan berat bagi ekonomi Kuba, mengingat Kanada merupakan pasar wisatawan terbesar sekaligus investor utama di sektor pertambangan dan pariwisata. Menanggapi krisis energi ini, pemerintah Kuba mengaktifkan rencana darurat yang mencakup penutupan sejumlah resor, penghentian total sistem bus umum di Havana, serta pengurangan jam kerja kantor publik.

Langkah-langkah tersebut diambil guna menghemat cadangan solar dan listrik yang kian menipis, meski berisiko mengganggu pendapatan devisa senilai miliaran dolar serta rantai pasok industri penting lainnya. Juru bicara Global Affairs Canada, Thida Ith memberikan peringatan resmi agar seluruh warga Kanada tetap waspada terhadap situasi yang tidak menentu di Kuba.

"Situasi di Kuba tidak dapat diprediksi dan dapat memburuk, mengganggu ketersediaan penerbangan dalam waktu singkat. Warga Kanada harus siap untuk mengubah rencana perjalanan mereka," ujarnya, dilansir CTV News.

Di sisi lain, Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum tengah mengupayakan dialog diplomatik untuk melanjutkan pengiriman minyak ke Kuba tanpa terkena sanksi dari AS.

"Kami terlibat dalam semua upaya diplomatik untuk dapat melanjutkan pengiriman minyak ke Kuba. Tentu saja kami tidak ingin ada sanksi terhadap Meksiko, tetapi kami sedang dalam proses dialog tersebut dan untuk saat ini bantuan kemanusiaan akan dikirimkan," ujar Sheinbaum.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team