Jakarta, IDN Times - Maskapai AirAsia X Malaysia menargetkan restrukturisasi utang hingga 600 juta dolar AS (Rp10,1 triliun) pada Kamis (22/1/2026), setelah menyelesaikan akuisisi terhadap bisnis penerbangan jarak pendek milik Capital A. Langkah ini merupakan bagian dari rencana besar penggabungan tujuh maskapai di bawah satu bendera untuk memperkuat efisiensi operasional dan daya saing grup secara regional.
Wakil CEO Grup Farouk Kamal dalam wawancara menyampaikan bahwa strategi restrukturisasi ini diharapkan mampu memperkuat posisi keuangan AirAsia X di tengah proses pemulihan industri penerbangan global pasca pandemi serta meningkatkan keberlanjutan bisnis maskapai dalam jangka panjang.
