Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Indonesia AirAsia akan Tambah Rute Baru Domestik dan Internasional

Potret Press Conference Indonesia AirAsia 2026, Artotel Senayan, Jakarta Pusat
Potret Press Conference Indonesia AirAsia 2026, Artotel Senayan, Jakarta Pusat (IDN TImes/Dhiya Awlia Azzahra)

Indonesia AirAsia sebagai maskapai berbiaya hemat terbaik di dunia versi Skytrax selama 16 tahun berturut-turut ini kembali mencatat pencapaian baru. Seiring momentum pemulihan perjalanan yang semakin menguat setelah periode libur akhir tahun, Indonesia AirAsia akan membuka rute baru, baik untuk domestik maupun internasional.

Langkah ekspansi ini menjadi sinyal kuat bahwa minat masyarakat untuk bepergian terus meningkat. Tak hanya untuk liburan, tetapi juga perjalanan bisnis dan kunjungan keluarga. Dengan memperluas konektivitas dan menambah pilihan rute, Indonesia AirAsia berupaya menjawab kebutuhan mobilitas penumpang yang semakin dinamis. Selain itu, langkah ini juga untuk memperkuat posisinya sebagai maskapai pilihan utama bagi traveler yang mengutamakan efisiensi dan kenyamanan.

Tak hanya soal penambahan rute, strategi pertumbuhan ini juga mencerminkan kesiapan Indonesia AirAsia dalam memaksimalkan potensi pasar, khususnya di kota-kota dengan permintaan tinggi serta destinasi favorit. Optimalisasi jadwal penerbangan dan rute yang lebih terintegrasi diharapkan bisa memberikan fleksibilitas lebih bagi penumpang dalam merencanakan perjalanan.

Penasaran seperti apa pencapaian Indonesia AirAsia sepanjang periode ini? Lantas, apa saja rute domestik dan internasional yang akan dibuka? Yuk, simak informasi lengkapnya!

Table of Content

1. Menambah rute baru dan virtual hub

1. Menambah rute baru dan virtual hub

Indonesia AirAsia mengumumkan sejumlah rute domestik dan internasional terbaru. Untuk rute domestik, maskapai ini menghadirkan rute yang menghubungkan Surabaya, Makassar, Kendari, Palu, dan Luwuk. Sedangkan, rute internasionalnya meliputi dari Denpasar menuju ke Melbourne dan Da Nang yang akan beroperasi tahun ini.

Selain itu, AirAsia akan menambah jadwal penerbangan ke Adelaide. Kabarnya akan beroperasi setiap hari sebagai bagian dari penguatan jaringan Australia. 

Sejalan dengan pengembangan jaringan tersebut, AirAsia juga berencana membentuk virtual hub di Makassar (UPG). "Dirancang sebagai sistem yang memungkinkan penumpang terhubung ke lebih banyak tujuan melalui satu bandara transit secara praktis dan efisien,” ujar Direktur Utama Indonesia AirAsia, Captain Achmad Sadikin Abdurachman, saat konferensi pers Indonesia AirAsia Business Update 2026 di Artotel Senayan, Jakarta Pusat, pada 19 Januari 2026.

Ia juga menambahkan inisiatif tersebut diharapkan dapat mengoptimalkan konektivitas antarwilayah, khususnya di kawasan Indonesia bagian timur. Penguatan peran Makassar sebagai virtual hub juga menjadi bagian dari strategi pemulihan dan pertumbuhan berkelanjutan Indonesia AirAsia.

Selain itu, ada reaktivasi total tiga armada yang ditempatkan di Medan dan Surabaya. Tentunya untuk mendukung pergerakan penumpang ke berbagai destinasi internasional.

2. Jumlah kapasitas penumpang selama 2025

Potret Press Conference Indonesia AirAsia 2026, Artotel Senayan, Jakarta Pusat
Potret Press Conference Indonesia AirAsia 2026, Artotel Senayan, Jakarta Pusat (IDN TImes/Dhiya Awlia Azzahra)

Selain rencana ekspansi jaringan, Indonesia AirAsia juga mencatat kinerja positif sepanjang 2025. AirAsia berhasil meraih sebanyak 5,9 juta penumpang pada penerbangan domestik dan internasional.

Pencapaian ini merupakan bagian dari kinerja AirAsia Group yang beroperasi di Indonesia, yang secara keseluruhan melayani 9,3 juta penumpang. Komposisi penumpang tersebut mencerminkan arus perjalanan dua arah yang relatif seimbang antara wisatawan Indonesia dan mancanegara. Dengan kontribusi penumpang inbound yang berasal dari berbagai pasar utama, termasuk Malaysia, Australia, Tiongkok, dan Singapura.

Momentum kinerja tersebut berlanjut hingga periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Di mana Indonesia AirAsia mengoperasikan lebih dari 3.000 penerbangan hingga awal Januari 2026 dengan 550.000 kapasitas kursi. Sementara itu, tingkat keterisian penumpang sebesar 85 persen untuk 23 destinasi internasional dan 11 destinasi domestik.

Dengan upaya tersebut, Indonesia AirAsia berhasil mengangkut 70.000 wisatawan mancanegara ke Indonesia. Pencapaian ini mencerminkan kepercayaan pelanggan yang terus terjaga. Selain itu, kesiapan operasional perusahaan dalam menghadapi periode puncak perjalanan.

3. Jumlah perjalanan wisatawan

Dari sisi pariwisata, jumlah perjalanan wisatawan ke Sulawesi Selatan, khususnya Makassar, terus meningkat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik pada November 2025, jumlah perjalanan wisatawan domestik ke Sulawesi Selatan mencapai 3,29 juta perjalanan. Hal ini menandakan peran Makassar sebagai gerbang utama Indonesia bagian timur.

Pada periode yang sama, jumlah perjalanan wisatawan nasional melalui Pintu Kedatangan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin tercatat sebanyak 13.008 perjalanan. Sementara itu, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang hingga 53 persen. Data ini menunjukkan kondisi sektor akomodasi yang relatif terjaga dengan ruang pemulihan lanjutan, seiring meningkatnya mobilitas dan konektivitas udara.

Secara nasional, pariwisata Indonesia menunjukkan tren positif dengan total kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 1,20 juta kunjungan. Didominasi wisatawan Australia dengan jumlah sekitar 135 ribu kunjungan atau hampir 12 persen dari total wisawatan mancanegara.

Selain itu, sepanjang Januari hingga November 2025, jumlah kunjungan wisatawan asal Vietnam ke Indonesia tercatat mencapai 80.313 kunjungan. Data ini mencerminkan potensi pertumbuhan pasar dan pertukaran wisata dua arah yang semakin terbuka. Seiring dengan penguatan konektivitas udara antara Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.

4. Destinasi wisata yang semakin berkembang

Pesawat AirAsia
Pesawat AirAsia (unsplash.com/dsyphers)

Pengembangan rute-rute baru ini sejalan dengan potensi pariwisata di masing-masing destinasi yang semakin berkembang. Dimulai dari Kendari dan Palu yang menjadi pintu masuk menuju berbagai destinasi wisata bahari dan alam di Sulawesi.

Sementara itu, Luwuk menawarkan daya tarik wisata pesisir, budaya lokal, serta akses ke kawasan Banggai. Tentunya semakin dikenal sebagai tujuan wisata unggulan di Indonesia timur.

Bagi wisatawan mancanegara, Bali tetap menjadi magnet utama pariwisata Indonesia dengan kekayaan alam, budaya, dan seni yang telah diakui secara global. Sementara itu, Melbourne dikenal sebagai kota yang dinamis dengan karakter kreatif yang kuat. Menawarkan ragam pengalaman budaya, kuliner, serta akses ke berbagai destinasi wisata di negara bagian Victoria.

Selain itu, kehadiran rute Denpasar-Da Nang diharapkan dapat memperkuat konektivitas pariwisata antara Indonesia dan Vietnam. Da Nang merupakan salah satu destinasi utama di Vietnam Tengah yang memadukan wisata pantai, budaya, dan kuliner.

5. Jadwal rute baru Indonesia AirAsia

Potret pesawat AirAsia Indonesia
Potret pesawat AirAsia Indonesia (IDN Times/Dhiya Awlia Azzahra)

1. Penerbangan dari Bali (DPS) ke Melbourne (MEL).

Rute DPS-MEL.
Nomor penerbangan: QZ 410.
Berangkat: pukul 20.10 WITA.
Tiba: 05.00.
Penerbangan perdana: 20 Maret 2026.

Rute MEL-DPS.
Nomor penerbangan: QZ 411.
Berangkat: pukul 06.00.
Tiba: 09.35.

Penerbangan perdana: 21 Maret 2026.

Frekuensi penerbangan : tujuh kali seminggu.

2. Penerbangan dari Bali (DPS) ke Da Nang (DAD).

Rute DPS -DAD.
Nomor penerbangan: QZ 480.
Berangkat: 14.15 WITA.
Tiba: 17.55.

Rute DAD-DPS.
Nomor penerbangan: QZ 481.
Berangkat: 18.25.
Tiba: 23.55.

Penerbangan perdana: 20 Maret 2026.

Frekuensi penerbangan: empat kali seminggu (Senin, Rabu, Jumat, Minggu).

3. Penerbangan dari Surabaya (SUB) ke Makassar (UPG).

Rute SUB-UPG.

  • QZ 730: pukul 06.30 WIB-09.00 WITA.
  • QZ 732: pukul 14.05 WIB-16.35 WITA.
  • QZ 734 | 05.00 WIB-07.30 WITA.

Rute UPG-SUB.

  • QZ 731: pukul 12.55 WIB-13.25 WITA.
  • QZ 733: pukul 20.10 WIB-20.40 WITA.
  • QZ 735: pukul 18.10 WIB-18.40 WITA.

Penerbangan perdana: 7 Maret 2026.
Frekuensi penerbangan: 21 kali seminggu (tiga kali setiap hari).

4. Penerbangan dari Makassar (UPG) ke Kendari (KDI).

Rute UPG-KDI.

  • QZ 732 pukul: 17.05-18.10 WITA.
  • QZ 734: pukul 08.00-09.05 WITA.

Rute KDI-UPG.

  • QZ 733: pukul 18.40-19.40 WITA.
  • QZ 738: pukul 09.35-10.35 WITA.

Penerbangan perdana: 7 Maret 2026.
Frekuensi penerbangan: 14 kali seminggu (dua kali setiap hari).

5. Penerbangan dari Makassar (UPG) ke Palu (PLW).

Rute UPG-PLW.

  • QZ 738: pukul 11.05-12.15 WITA.
  • QZ 736: pukul 14.35-15.45 WITA.

Rute PLW-UPG.

  • QZ 737: pukul 12.45-13.55 WITA.
  • QZ 735: pukul 16.15-17.25 WITA.

Penerbangan perdana: 7 Maret 2026
Frekuensi penerbangan: 14 kali seminggu (dua kali setiap hari).

6. Penerbangan dari Makassar (UPG) ke Luwuk (LUW).

Rute UPG-LUW.
Nomor penerbangan: QZ 730.
Berangkat: pukul 09.30 WITA.
Tiba: pukul 10.45 WITA.

Rute LUW-UPG.
Nomor penerbangan: QZ 731
Berangkat: pukul 11.15 WITA.
Tiba: pukul 12.25 WITA.

Penerbangan perdana: 7 Maret 2026.
Frekuensi penerbangan: tujuh kali seminggu (setiap hari).

Penambahan rute baru ini bukan hanya memperluas pilihan perjalanan, tetapi juga diharapkan dapat mendorong konektivitas antardaerah dan antarnegara. Rute terbaru ini juga turut mendukung pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi secara keseluruhan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dewi Suci Rahayu
EditorDewi Suci Rahayu
Follow Us

Latest in Travel

See More

Daftar Event Wisata di Bali 2026, Lebih Banyak dari Tahun Lalu

21 Jan 2026, 12:30 WIBTravel