ilustrasi pesawat akan mendarat (pexels.com/wirestock)
Sementara itu, pihak maskapai sedang melakukan perbaikan pesawat yang terdampak untuk memenuhi perintah Kelaikudaraan, dan segera melakukan mitigasi jika terjadi penundaan maupun pembatalan penerbangan. Perbaikan pesawat terdampak diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 3 hingga 5 hari sejak informasi diterbitkan.
"Kami mengimbau kepada masyarakat yang telah memiliki tiket penerbangan pada tanggal 30 November sampai dengan 4 Desember 2025 agar segera melakukan konfirmasi jadwal keberangkatan pada masing-masing airline," tutur Lukman.
Dia juga menyampaikan agar seluruh pengelola bandar udara dan maskapai penerbangan melakukan penyesuaian operasional secara cermat apabila terjadi penundaan (delay) dan pembatalan (cancel) penerbangan dengan tetap memprioritaskan keselamatan penerbangan sebagai aspek utama serta memastikan seluruh prosedur mitigasi risiko dijalankan secara konsisten.
Sebagai informasi Airbus mengumumkan kewajiban pembaruan perangkat lunak mendadak untuk sekitar 6.000 pesawat seri A320 di seluruh dunia. Keputusan ini muncul setelah terdeteksi radiasi matahari ekstrem bisa mengganggu data penting pada sistem kendali terbang.
Dari 11.300 unit pesawat A320 yang masih aktif, lebih dari separuhnya masuk daftar wajib perbaikan. Airbus menyebut langkah tersebut berpotensi memicu gangguan bagi pelanggan serta penumpang.
"Airbus mengakui rekomendasi ini akan menyebabkan gangguan operasional bagi penumpang dan pelanggan," kata perusahaan, dikutip dari BBC.
Insiden pada 30 Oktober 2025 menjadi pemicunya ketika JetBlue Flight 1230 rute Cancun–Newark mendadak kehilangan ketinggian tanpa input dari pilot. Pesawat tersebut akhirnya mendarat darurat di Tampa, Florida. Kejadian itu membuat sedikitnya 15 penumpang harus dirawat di rumah sakit akibat luka-luka.