Mengelola stok menjadi salah satu tantangan terbesar dalam menjalankan bisnis, terutama bagi toko yang masih berkembang. Salah langkah sedikit saja, modal bisa tertahan di barang yang lama terjual atau justru kehabisan stok saat permintaan tinggi. Di sinilah pentingnya menentukan apakah sistem pre-order atau ready stock lebih cocok digunakan.
Setiap model penjualan punya kelebihan dan risiko masing-masing yang perlu dipahami dengan matang. Memilih sistem yang tepat bukan hanya soal strategi penjualan, tetapi juga cara menjaga arus kas tetap sehat. Yuk pahami tanda-tanda kapan sebaiknya memakai pre-order atau ready stock agar bisnis tetap stabil dan berkembang!
