PT Kalbe Farma, Perusahaan Farmasi yang Sukses karena IPO

Tahun ini kalbe akan jajakin wilayah ekspor baru

Tribunnews. Com

Jakarta,  IDN Times - Nama PT Kalbe Farma Tbk sudah tidak asing lagi ditelinga masyarakat Indonesia, terutama di dunia farmasi. Kalbe Farma sudah berdiri sejak 53 tahun yang lalu, perusahaan ini pun sudah melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama 28 tahun.

Bagaimana sejarah perusahaan kesehatan ini, hingga akhirnya sukses Go Public Berikut fakta-fakta tentang Kalbe Farma.

Baca Juga: Ini 7 Fakta yang Harus Kamu Ketahui Tentang Jurusan Farmasi

1. Berawal dari bisnis keluarga

Merdeka. Com

PT Kalbe Farma didirikan pada tanggal 10 September tahun 1966. Direktur Utama Kalbe Farma, Vidjongtius mengatakan awalnya perusahaan ini merupakan perusahaan keluarga, dimana pendirinya terdiri dari 6 orang bersaudara.

Menariknya sebelum berkembang seperti saat ini, Kalbe Farma hanya sebuah perusahaan farmasi yang dikelola di garasi rumah pendiri Kalbe Farma yakni di wilayah Jakarta Utara. Karena bisnisnya terus mengalami pertumbuhan, pada 1971 perusahaan ini membangun pabrik pertama di Pulomas, Jakarta Timur.

2. Memutuskan GO Public pada 1991

Infobanknews. Com

Menyadari perlunya inovasi dan ekspansi bisnis, perusahaan berkode saham KLBF di bursa Efek Indonesia ini memutuskan untuk listing pada 1991. "Kita mulai persiapan untuk Initial Public Offering (IPO) selama satu setengah tahun, kita persiapannya benar-benar serius, " Katanya, beberapa hari lalu.

Menurut Vidjong selama melantai di BEI, Kalbe Farma memiliki komitmen dalam jangka panjang, bukan hanya serta merta mengekor perusahaan lain yang sudah IPO. "Sekali go public harus terus go public. Komitmen itu penting,” tambahnya.

3. Setelah IPO Kalbe Farma gencar ekspansi ekspor

Kalbe. Co. Id

Menjadi perusahaan Go Public membuat bisnis Kalbe Farma semakin mencuat, tak hanya dikenal di dalam negeri Kalbe Farma pun kini melakukan ekspansi diluar negeri.

"Dengan IPO kesempatan Kalbe dalam ekspansi juga semakin besar, kita expose nama company sehingga mengundang potensi kolaborasi," jelasnya.

Kalbe Farma tengah mendirikan pabrik di Myanmar dengan bentuk Join Venture. Produk andalan yang untuk ekspansi ini adalah Mixagrip. Saat ini Kalbe Farma telah melakukan ekspansi pasar ke luar negeri seperti di wilayah ASEAN, Sri Lanka, Timur Tengah, Nigeria dan Afrika Selatan.

"Tahun ini kita akan menjajaki negara lain seperti China dan Negara Sekitar Afrika Barat, " Katanya saat dihubungi IDN Times, Selasa (30/4).

4. Kalbe Farma selalu menjaga hubungan baik dengan investor

Makasar. Sindonews. Com

Menurut Vidjong selama menjadi perusahaan public, Kalbe Farma selalu menyiapkan yang terbaik untuk para Investor atau siapa pun yang membutuhkan informasi terkait Kalbe Farma.

"Kita harus memiliki investor relation dan investor perlu dikelola. Sama seperti perusahaan biasa yang menginginkan konsumen sebanyak-banyaknya," ucap Vidjong.

Dia menambahkan, tantangan yang di hadapi selama menjadi perusahaan terbuka hanya seputar rahasia perusahaan, misalnya ada beberapa rahasia yang tidak untuk dipublikasikan, mau tidak mau harus dibeberkan kepada masyarakat.

5. Kalbe Farma perusahaan kesehatan terbesar di Asia

Tempo. Com

Saat ini Kalbe Farma memilikk lebih dari 17.000 karyawan, Kalbe kimi menjadi penyedia layanan kesehatan terbesar di Indonesia, dengan keunggulan keahlian di bidang pemasaran, branding, distribusi, keuangan serta riset dan pengembangan.

Kalbe Farma merupakan perusahaan produk kesehatan publik terbesar di Asia Tenggara, dengan nilai kapitalisasi pasar Rp79,2 triliun dan nilai penjualan Rp20,2 triliun di akhir 2017. Saat ini Kalbe memiliki 4 divisi usaha, diantaranya obat resep, produk kesehatan, Nutrisi serta Logistik.

Baca Juga: 10 Fakta Unik Farmasi, Tanpanya Obat yang Kamu Minum Tak Akan Aman

Berita Terkini Lainnya