TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Untung Banyak, Pupuk Indonesia Setor ke Negara Rp8,17 Triliun

Kinerjanya positif pada 2019, apa saja faktornya?

Pabrik Pupuk milik PT Petrokimia Gresik di Jawa Timur. Anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Dok. Pupuk Indonesia)

Jakarta, IDN Times - PT Pupuk Indonesia (Persero) membukukan setoran pajak dan dividen alias keuntungan kepada negara sebesar Rp8,17 triliun sepanjang 2019.

Kontribusi dalam bentuk pajak yang dibayarkan Pupuk Indonesia Group 2019 sebesar Rp7,28 triliun. Angka ini meningkat 32,94 persen dari kontribusi pajak 2018 sebesar Rp5,48 triliun.

Tak cuma itu, perusahaan yang dikenal dengan PTPI ini juga berkontribusi bagi negara, melalui setoran dividen kas sebesar Rp973,5 miliar.

"Kontribusi dividen 2019 meningkat dibandingkan dividen tahun sebelumnya yang sebesar Rp768,8 miliar," kata Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Aas Asikin Idat dalam keterangan tertulis, Rabu (5/8/2020).

Bagaimana kinerja PTPI bisa meningkat?

Baca Juga: Selamat! Darmin Nasution Jabat Komisaris Utama PT Pupuk Indonesia

1. Catatan positif sepanjang 2019

Pupuk Indonesia percepat penyaluran ke gudang dan kios (Dok. Istimewa)

Aas mengatakan sepanjang 2019, Pupuk Indonesia berhasil mencatatkan performa keuangan positif di atas target RKAP. Total pendapatan usaha sepanjang 2019 mencapai Rp71,3 triliun, dengan perolehan laba tahun berjalan sebesar Rp3,71 triliun, atau setara 103,01 persen dari target RKAP 2019 sebesar Rp3,60 triliun.

Catatan positif mereka tahun lalu dikarenakan peningkatan efisiensi dan membaiknya penetrasi pasar ke sektor komersil.

2. Faktor yang memengaruhi catatan positif PTPI pada 2019

IDN Times/PT Pupuk Indonesia

Tak cuma soal efisensi dan membaiknya penetrasi pasar, beban keuangan PTPI pada 2019 tercatat lebih rendah dari rencana, dikarenakan perusahaan melakukan pelunasan pembayaran pinjaman jangka pendek dan jangka panjang, berkat adanya pembayaran piutang subsidi Rp9,7 triliun.

"Penurunan ini sejalan dengan komitmen untuk memenuhi kewajiban kepada kreditur sesuai dengan jatuh tempo pelunasan pinjaman," kata Aas.

Terkait pelunasan pinjaman juga berdampak pada arus kas perusahaan, yang tercatat sebesar Rp11,97 triliun atau turun 66,3 persen, dibanding realisasi tahun sebelumnya yang sebesar Rp18,06 triliun.

Faktor lainnya, menurut Aas, adalah adanya peningkatan kinerja dari anak-anak perusahaan non pupuk yang berada di bawah koordinasi Pupuk Indonesia, antara lain PT Rekayasa Industri, PT Pupuk Indonesia Energi, PT Mega Eltra, dan PT Pupuk Indonesia Logistik.

3. Jaminan pemenuhan stok dalam negeri

Pupuk Indonesia percepat penyaluran ke gudang dan kios (Dok. Istimewa)

Bagi kamu yang berprofesi sebagai petani, Aas mengatakan, pihaknya tetap memprioritaskan penugasan dalam memenuhi kebutuhan dan stok dalam negeri, khususnya demi pupuk bersubsidi.

Untuk kinerja penyaluran pupuk bersubsidi pada 019, perusahaan mencatatkan penyaluran sebesar 8.708.912 ton.

"Kami tentunya mengapresiasi upaya anak perusahaan, khususnya produsen pupuk, dalam menjaga pasokan pupuk ke sektor subsidi, sehingga kebutuhan dapat terpenuhi sesuai alokasi," kata Aas.

Dalam hal penjualan, sepanjang 2019, tercatat penjualan pupuk ke sektor komersil sebesar 3.872.740 ton untuk semua jenis pupuk, angka ini setara 111,61 persen dari target RKAP. Keberhasilan ini karena PTPI bisa menjaga harga yang kompetitif.

Baca Juga: Jelang Masa Tanam, PT Pupuk Indonesia Siapkan 1 Juta Ton Pupuk

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya