TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Geliat 5 Ragam Usaha Ekraf di Jawa Barat, Warisan Budaya Potensial

Buka mata dunia, menumbuhkan perekonomian masyarakat kecil

potret pengrajin rotan di Desa Tegal Wangi Cirebon (disparbud.jabarprov.go.id)

Bidang usaha ekonomi kreatif (ekraf), tidak hanya dilirik karena semakin potensial. Tetapi, juga sebuah kesempatan untuk memperkenalkan Indonesia, melalui warisan budaya lokal ke kancah mancanegera. Saat ini, di Indonesia sendiri diketahui ada sekitar lebih dari 8,2 juta jumlah usaha kreatif yang didominasi oleh usaha kuliner, fashion, dan kriya.

Kamenparekraf juga semakin melirik geliat bisnis di sini, terlebih setelah di tahun 2019 terbukti bisa menyumbang Rp1.153,4 triliun PDB atau sama dengan sebesar 7,3 persen terhadap  total PDB nasional. Sementara itu, di Jawa Barat bisnis ekonomi kreatif sebagai penyumbang penghasilan terbesar ini berasal dari seni kriya, yakni sebesar 27,1persen.  

Jika selama ini Bandung sang ibukota provinsi yang lebih dikenal sebagai tempat lahirnya para seniman kreatif, ternyata beberapa daerah di Jabar berikut ini justru tak hanya sekadar menghasilkan produk kreatif seni saja, tetapi juga seni terapan yang memiliki nilai sejarah sebagai warisan budaya lokal. Ada apa saja? Telusuri keunikannya, lewat artikel di bawah ini, yuk!

Baca Juga: 19 Produk Budaya Jabar Ditetapkan Jadi Warisan Budaya Takbenda

1. Payung Geulis Tasikmalaya

potret tampak payung geulis asal Tasikmalaya, Jawa Barat (disparbud.jabarprov.go.id)

Payung Geulis tidak hanya sebatas kerajinan kriya asal Jawa Barat. Payung yang terbuat dari anyaman bambu dengan penutup kertas warna-warni ini bisa dibilang sebagai salah satu peninggalan seni budaya di Jawa Barat. Sudah lahir sejak puluhan tahun lalu, payung geulis dahulunya ternyata banyak digemari oleh noni-noni Belanda pada tahun1950-1960-an. Dahulu, banyak pengrajin yang menggantungkan rezekinya melalui industri kreatif satu ini.

Sayangnya, saat ini keberadaan pengrajin payung geulis ini semakin jarang ditemukan. Namun, Pemerintahan Provinsi Jawa Barat tidak ingin keberadaan pengrajin payung geulis lenyap begitu saja. Untuk itu, jika kamu pergi ke Tasikmalaya, kamu bisa wisata edukasi sekaligus mendukung perekonomian kreatif Jabar dengan mampir ke Sentra Pengrajin Payung Geulis yang bertempat di Kampung Panyingkiran, Kelurahan Panyingkiran, Kecamatan Indihiang.

Baca Juga: 6 Kampung Adat di Jawa Barat, Destinasi Wisata Budaya Sunda

2. Istana Kerang Multidimensi Cirebon 

potret suasana di dalam Istana Kerang Multi Dimensi Cirebon (disparbud.jabarprov.go.id)

Jalan-jalan ke Cirebon, jangan lewatkan untuk bertandang ke Istana Kerang Multidimensi Cirebon. Menjadi salah satu jenis usaha di bidang ekraf Jabar yang sarat akan seni. Para pengrajin di Cirebon ini menyulap kerang menjadi produk seni bernilai tinggi. Bahkan sampai diminati di kancah internasional. Kamu, bisa menemukannya di Jalang Ageng Tapa, Kecamatan Tengah Tani, Kabupaten Cirebon.

Unik dan tidak biasa, usaha beragam kerajinan tangan dari kerang ini diawali dari sepasang suami istri bernama Jaime Taguba dan Nurhandiah J Taguba. Konsisten dalam merintis usahanya, berbagai produk dari kerang di sini ada mulai dari hiasan lampu, cermin, pajangan, hingga replika pohon natal. Tak hanya itu, berkat usaha kreatifnya ini juga, pasangan ini berhasil membuka lapang kerja untuk masyarakat di sekitarnya.

3. Batik Dahon Pangandaran 

dok. Smiling West Java/ Smililng West Java

#JabarJuara juga punya batik khas nan unik yang memiliki cara pembuatan hingga bahan digunakan yang berbeda daripada batik pada umumnya. Ya, namanya Batik Dahon. Kamu, mungkin biasanya tahunya kalau batik dibuat menggunakan zat pewarna. Namun, batik dahon memanfaatkan warna alami, yakni menggunakan kulit buah dahon.

Alasannya menggunakan buah ini adalah dikarenakan getah buah dahon itu sendiri diketahui tahan lama dan sulit dihilangkan saat mengenai bahan pakaian.Tak hanya itu, keunikan lainnya dari batik ini adalah karena juga menggunakan dauh-daun kering sebagai motifnya. Di antaranya diaplikasikan berupa cetakan dari daunnya.

Mulai di pakaian, tas, hingga sepatu! Terlihat lebih modern, tetapi juga tetap bernilai seni budaya. Untuk itu, biasanya banyak juga para wisatawan Pangandaran yang datang membeli oleh-oleh sekaligus belajar cara membuat batik dohon ini.

4. Sentra Keramik Plered Purwakarta 

potret pengrajin keramik di Sentra Keramik Plered Kabupaten Purwakarta (disparbud.jabarprov.go.id)

Beralih ke Purwakarta, di sini kamu bisa melihat geliat usaha ekonomi kreatif dari para pengrajin di daerah Plered. Purwakarta, sering kali disebut sebagai daerah di Jawa Barat yang tepat untuk berburu kesenian dari keramik seperti produk vas bunga, guci, gentong air, vas untuk payung, dan sebagainya. Masyarakat pengrajin keramik di sini, ternyata sudah menekuni usaha mereka ini sejak zaman kolonial Belanda, loh.

Banyak dari mereka mengembangkan usaha keramik ini secara turun temurun. Melalui perjalanan perkembangannya yang tidak sebentar ini tak heran jika produk dari Sentra Keramik Plered ini sudah menembus pasar internasional. Jika kamu berniat berwisata budaya ke sini, kamu tidak hanya bisa membeli produk-produknya saja. Tetapi bisa langsung melihat bagaimana proses pembuatannya. Di mancanegera, keramik di sini telah terjual ke berbagai negara besar, seperti China, Belanda, dam Rusia.

Baca Juga: 5 Wisata Budaya di Jawa Barat, Menyuguhkan Berbagai Cerita Menarik

Verified Writer

Nadhifa Salsabila Kurnia

Pencinta literasi penyuka fiksi, menulis kapan dan dimana saja

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya