TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Struktur Organisasi Perusahaan: Pengertian, Fungsi, dan Contohnya

Mudah dipahami

Ilustrasi Kantor (Pexels/fauxels)

Struktur organisasi perusahaan merupakan salah satu aspek yang wajib disusun saat membangun sebuah organisasi atau perusahaan. Tujuan utamanya adalah supaya setiap orang di dalam perusahaan memahami peran, tugas, dan tanggung jawabnya secara jelas.

Dengan mengetahui setiap tanggung jawabnya, semua orang akan bekerja sesuai tugasnya dan perusahaan secara keseluruhan pada akhirnya bisa berjalan sesuai rencana.

Namun, ada beberapa hal yang perlu dipahami dalam menyusun struktur organisasi perusahaan. Mulai dari memahami jenis-jenisnya, fungsinya, dan contoh jabatan di dalamnya. Untuk itu, simak pembahasan selengkapnya di bawah ini.

1. Pengertian struktur organisasi perusahaan

Ilustrasi kantor (Unsplash/Alex Kotliarskyi)

Struktur organisasi perusahaan adalah hierarki, tingkatan, atau susunan yang dirancang berdasarkan jabatan setiap orang dengan melihat peran dan tugasnya. Struktur organisasi biasanya dibuat dalam bentuk bagan dengan garis-garis hierarki yang menunjukkan posisi jabatan tertentu lebih tinggi atau bertanggung jawab atas posisi-posisi lainnya.

Dengan membagi sumber daya manusia yang ahli dalam bidang tertentu ke dalam struktur organisasi, maka akan lebih mudah untuk menjalankan roda perusahaan. Dengan begitu, tujuan perusahaan lebih dapat dikelola dan dikontrol.

2. Jenis struktur organisasi perusahaan

Ilustrasi suasana kantor (unsplash.com/@linkedinsalesnavigator)

Struktur organisasi perusahaan memiliki beberapa jenis yang dibagi berdasarkan karakteristik hierarki organisasi, yaitu struktur fungsional, divisional, komite, tim kerja, dan matriks. Simak pembahasannya berikut ini.

1. Struktur fungsional

Struktur fungsional merupakan struktur organisasi yang pembagian kerjanya berdasarkan tugas-tugas, seperti marketing, sumber daya manusia, IT, hingga finance. Struktur ini mengelompokkan orang-orang yang memiliki tugas sama. Struktur ini termasuk yang paling sering digunakan dalam perusahaan.

2. Struktur divisional

Struktur divisional adalah struktur organisasi yang pembagiannya berdasarkan kesamaan produk, pasar, atau lokasi geografis orang-orang di dalamnya. Struktur divisional banyak digunakan oleh perusahaan berskala menengah ke atas dengan anggaran yang besar.

Struktur organisasi ini akan membagi-bagi lagi setiap divisi menjadi lebih kecil, sehingga membutuhkan sumber daya dan biaya yang lebih besar dibanding struktur fungsional.

3. Struktur komite

Struktur komite adalah struktur yang pekerjaannya dilakukan secara kolektif oleh beberapa orang, termasuk pemimpin. Biasanya pengambilan keputusan dalam struktur komite dilakukan secara musyawarah antara pemegang saham dan dewan.

Namun, kekurangan struktur ini adalah bayaran operasional dan kemungkinan jabatan tinggi yang lepas tangan saat ada masalah.

4. Struktur tim kerja

Struktur tim kerja merupakan struktur yang sifatnya sementara atau dibuat hanya saat ingin menyelesaikan sebuah proyek atau masalah tertentu. Struktur ini berisi orang-orang yang dinilai profesional dan bisa menyelesaikan masalah organisasi.

5. Struktur matriks

Struktur matriks adalah kombinasi antara struktur fungsional dan divisional, sehingga menutupi kekurangannya masing-masing. Struktur matriks umumnya digunakan perusahaan multinasional.

Kelebihan struktur organisasi perusahaan ini adalah mudah dalam mengambil keputusan. Namun, struktur ini juga memicu dualisme kepemimpinan karena struktur yang rumit. Selain itu, ada kemungkinan dua divisi memiliki tugas yang sama, sehingga terkadang mengakibatkan perselisihan.

Baca Juga: Cara Membuat Struktur Organisasi di Microsoft Excel Otomatis

3. Fungsi struktur organisasi perusahaan

ilustrasi kerja kreatif (unsplash.com/@nate_dumlao)

Struktur organisasi perusahaan memiliki beberapa fungsi bagi perusahaan itu sendiri, di antaranya:

  1. Menjelaskan peran dan tugas setiap individu dalam organisasi perusahaan.
  2. Memahami alur hubungan kinerja antarkaryawan.
  3. Menjelaskan kedudukan dan tanggung jawab setiap individu dalam organisasi perusahaan.
  4. Mengurangi risiko terjadinya gesekan atau perselisihan di antara karyawan.
  5. Meningkatkan produktivitas orang-orang di dalam organisasi perusahaan.

Baca Juga: 11 Urutan Jabatan dalam Perusahaan, Penjelasan Lengkap

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya