Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Antisipasi Arus Barang Ramadan, IPC TPK Tambah Alat Berat di Pelabuhan
Ilustrasi terminal peti kemas. (Dok. IPC TPK)
  • IPC TPK menambah dua unit RTGC di Terminal Support Tanjung Priok untuk memperkuat kapasitas dan mempercepat arus barang menjelang Ramadan.
  • Perusahaan menerapkan jadwal kerja fleksibel, perawatan alat rutin, serta memperketat pengawasan K3 demi menjaga kelancaran operasional pelabuhan.
  • Langkah ini memastikan rantai pasok nasional tetap lancar di enam wilayah operasional IPC TPK selama periode Ramadan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menambah dua unit Rubber Tyred Gantry Crane (RTGC) di Area Terminal Support Tanjung Priok. Tujuannya memperkuat kapasitas produksi dan fleksibilitas penanganan peti kemas di lapangan penumpukan lini 2.

Dengan adanya alat baru tersebut, proses keluar-masuk barang (receiving/delivery) diharapkan lebih cepat sekaligus mencegah penumpukan saat arus barang melonjak.

"Periode Ramadan selalu menghadirkan dinamika tersendiri dalam pola distribusi barang, khususnya terkait distribusi kebutuhan pokok dan barang konsumsi masyarakat," kata Corporate Secretary IPC TPK Pramestie Wulandary dalam keterangan tertulis, Sabtu (21/2/2026).

1. Antisipasi lonjakan barang saat Ramadan

Ilustrasi Kegiatan Bongkar Muat di terminal IPC TPK Area Tanjung Priok 2/Dok IPC

Pada periode Ramadan, IPC TPK mulai memperkuat kesiapan operasional dan fasilitas terminal. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi kenaikan volume barang konsumsi masyarakat.

Perusahaan fokus menjaga produktivitas terminal agar distribusi logistik nasional tetap berjalan tepat waktu. Pramestie menegaskan seluruh lini pelayanan akan dipastikan bekerja optimal sepanjang bulan suci tersebut.

"Kami memastikan seluruh proses pelayanan berjalan optimal sepanjang bulan suci Ramadan," ujarnya.

2. Atur jadwal kerja dan perawatan alat secara berkala

Ilustrasi terminal peti kemas. (Dok. IPC TPK)

Selain menambah fasilitas fisik, IPC TPK menerapkan pola kerja yang lebih fleksibel dan mempererat koordinasi dengan para pemangku kepentingan di pelabuhan.

Perusahaan juga memanfaatkan waktu luang saat tidak ada aktivitas kapal (golden time) untuk melakukan perawatan rutin pada peralatan. Stok suku cadang pun dipastikan aman agar tidak ada kendala teknis yang mengganggu operasional.

Di sisi lain, pengawasan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) diperketat guna menjamin keamanan petugas lapangan. Penguatan operasional bertujuan agar kebutuhan masyarakat selama Ramadan tidak terhambat di terminal dan rantai logistik tetap terjaga.

3. Kawal rantai pasok nasional di sejumlah pelabuhan

Ilustrasi pelabuhan petikemas. (Dok. IPC TPK)

Melalui kombinasi penambahan fasilitas dan pengaturan kerja yang intensif, IPC TPK memastikan untuk menjaga kelancaran rantai pasok nasional sepanjang Ramadan tahun ini. Anak usaha Subholding PT Pelindo Terminal Petikemas itu mengelola layanan peti kemas profesional di enam wilayah, yakni Tanjung Priok (Jakarta), Pontianak, Panjang (Lampung), Palembang, Teluk Bayur (Padang), dan Jambi.

"Kami ingin memastikan bahwa peningkatan kebutuhan masyarakat selama Ramadan tidak terkendala di sisi terminal. Seluruh kesiapan operasional telah kami perkuat agar arus logistik nasional tetap terjaga," tutur Pramestie.

Editorial Team