Arus Petikemas IPC TPK Naik 6,82 Persen, Logistik kian Bergairah

- IPC TPK mencatat kinerja positif dengan arus petikemas naik 6,82% secara tahunan.
- Peningkatan terjadi di setiap terminal, dengan Area Panjang mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 16% yoy.
- Ekspor Indonesia sepanjang 2025 capai 282,91 miliar dolar AS, dengan ekspor nonmigas menjadi penopang utama.
Jakarta, IDN Times - PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) mengawali 2026 dengan kinerja operasional yang positif. Hingga akhir Januari 2026, arus petikemas tercatat mencapai 299.891 TEUs, meningkat 6,82 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 280.743 TEUs.
Kenaikan volume tersebut mencerminkan pergerakan logistik yang tetap bergairah di awal tahun. Pertumbuhan terjadi pada segmen internasional maupun domestik, seiring dengan mulai menguatnya aktivitas perdagangan.
1. Optimisme pelaku usaha serta efektivitas strategi operasional

Corporate Secretary IPC TPK, Pramestie Wulandary, mengatakan capaian tersebut menjadi indikasi optimisme pelaku usaha serta efektivitas strategi operasional perseroan dalam merespons dinamika perdagangan global dan domestik.
“Pertumbuhan ini mencerminkan optimisme pelaku usaha dan efektivitas strategi operasional kami dalam merespons dinamika perdagangan yang terus menguat. Capaian ini juga selaras dengan arah transformasi Pelindo dalam menciptakan layanan kepelabuhanan yang terintegrasi dan berdaya saing global,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (14/2/2026).
2. Rincian peningkatan area di setiap terminal

Secara wilayah, Area Panjang mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 16 persen yoy. Disusul Area Tanjung Priok 1 yang tumbuh 10,2 persen serta Area Tanjung Priok 2 naik 8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Manajemen menilai kinerja tersebut tak lepas dari upaya peningkatan produktivitas terminal, penguatan keandalan layanan, serta kolaborasi dengan para pemangku kepentingan guna menjaga kelancaran arus logistik di wilayah operasional utama.
3. Ekspor Indonesia sepanjang 2025 capai 282,91 miliar dolar AS

Dari sisi makro, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan nilai ekspor Indonesia sepanjang 2025 mencapai 282,91 miliar dolar AS atau tumbuh 6,15 persen yoy. Ekspor nonmigas masih menjadi penopang utama, khususnya industri pengolahan yang berkontribusi US$ 227,1 miliar atau naik 14,47 persen yoy. Sementara sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan tumbuh 21,01 persen menjadi 6,88 miliar dolar AS, sedangkan sektor pertambangan dan lainnya mengalami kontraksi 23 persen menjadi 35,86 miliar dolar AS.
Sejalan dengan fokus transformasi dan integrasi ekosistem kepelabuhanan di lingkungan PT Pelindo Terminal Petikemas, IPC TPK menegaskan komitmennya memperkuat operational excellence, mendorong digitalisasi layanan, serta meningkatkan customer experience guna mengantisipasi potensi kenaikan arus perdagangan ke depan.
"IPC TPK terus berupaya menjaga momentum tersebut di awal 2026. Kami fokus memastikan layanan terminal siap memfasilitasi kenaikan volume perdagangan, memperkuat kolaborasi dengan stakeholder, serta mendukung integrasi layanan kepelabuhanan nasional demi menjaga efisiensi rantai pasok,” ucap Pramestie.


















