Bursa Efek Indonesia (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)
Berikut ini adalah pilihan jenis bursa yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat atau investor untuk sarana berinvestasi:
1. Bursa mata uang asing
Bursa mata uang asing juga dikenal dengan istilah pasar valas. Transaksi valas melibatkan adanya kurs atau pertukaran nilai yang berbeda tiap mata uang dari suatu negara. Keuntungan dapat diperoleh dari selisih nilai yang diperjualbelikan.
Transaksi jual diartikan sebagai kondisi dimana bank ingin menjual mata uang asing kepada kita atau apabila kita menjual sejumlah uang dengan mata uang tertentu kepada pasar. Begitu pula dengan transaksi beli pada bursa valas.
2. Bursa saham
Jual beli saham telah umum dikenal sebagai bursa efek atau pasar modal dimana perusahaan atau organisasi tertentu yang membuka sebagian saham kepemilikan perusahaannya untuk diakses dan diperjualbelikan masyarakat. Profit diperoleh dari fluktuasi nilai saham dalam indeks harga saham.
Ada beberapa turunan saham seperti right issue, options, warrant. Options adalah kontrak antar dua pihak dengan premi yang dibayarkan oleh pengambil (pembeli) pada penjual. Sedangkan warrant merupakan jenis saham yang diterbitkan oleh lembaga keuangan atau bank dengan tujuan menarik minat investor membeli obligasi dan saham emiten.
Berdasarkan kapitalisasi pasar, terdapat saham berkapitalisasi besar dengan nilai diatas 1 triliun. Ada pula saham kapitalisasi menengah dan kecil dengan nilai kurang dari 1 miliar.
Sedangkan berdasarkan fundamentalnya, saham terbagi menjadi saham unggulan, bertumbuh, siklikal, bertahan, spekulatif, pendapatan, dan saham bertumbuh. Dilihat dari kepemilikan terdapat saham atas tunjuk dan atas nama. Selain saham biasa, juga terdapat jenis saham preferen, saham second line dan third liner.
3. Bursa komoditas
Acuan bursa komoditas adalah perdagangan secara fisik komoditas dan produk turunannya dimana terjadi pertemuan antar pelakunya. Bursa komoditas juga mengalami fluktuasi nilai dan harga. Hal ini memerlukan analisa lebih lanjut sehingga dapat bertahan dari persaingan.
4. Bursa sekuritas
Jual beli pada bursa sekuritas mengacu pada perusahaan sekuritas sebagai penyelenggara transaksi. Sekuritas sendiri dapat diartikan sebagai bukti kepemilikan saham pada suatu perusahaan yang telah ditawarkan ke public atau initial public offering (IPO).
Jenis sekuritas yang diperdagangkan yaitu sekuritas utang dan ekuitas. Sekuritas utang kepemilikan surat berharga berupa utang dengan pembayaran pada periode waktu jatuh tempo tertentu.
5. Obligasi
Obligasi ialah surat berharga berupa surat utang jangka menengah dan panjang dimana pihak yang menerbitkan berkomitmen mengembalikan dengan bunga dan periode tertentu pada pihak pembeli. Obligasi tidak hanya diterbitkan oleh korporasi baik BUMN atau BUMD, namu juga oleh negara dimana dinilai sebagai instrumen tanpa risiko.
Mekanisme perdagangan surat utang dapat melalui Over The Counter (OTC) dan Fixed Income Trading System (FITS) yang disediakan oleh bursa. Pada sistem tersebut, transaksi dapat terautomatisasi melalui sistem automated remote trading.
Obligasi dapat dipilih sebagai opsi investasi di pasar sekunder karena dapat memperoleh capital gain. Selain itu, transaksi obligasi cenderung lebih stabil dibanding jual beli saham yang fluktuatif.
6. Sertifikat
Beberapa jenis sertifikat berharga yang dapat diperjualbelikan dalam bursa ialah surat pembelian saham, sertifikat deposito dan dana.
Sementara surat deposito dan dana merupakan bentuk surat berharga dengan nilai tertentu yang diterbitkan oleh korporasi. Pemilik surat dividen dan dana akan mendapatkan bunga atau pembagian deviden dalam jangka waktu tertentu.