Ilustrasi kalkulator dan uang (pexels.com/Karola G )
Dalam praktik penilaian bisnis, aset perusahaan umumnya diklasifikasikan ke dalam empat tingkatan nilai, yakni nilai pasar, nilai buku, nilai likuidasi, dan nilai sisa. Setiap tingkatan digunakan akuntan dan analis untuk membaca kondisi aset secara menyeluruh.
Nilai likuidasi disebut memiliki peran penting, khususnya dalam situasi kebangkrutan atau proses penyehatan ulang perusahaan. Dalam perhitungannya, nilai likuidasi tidak memasukkan aset tidak berwujud seperti hak kekayaan intelektual, goodwill, atau pengakuan merek.
Apabila perusahaan dijual sebagai entitas yang masih berjalan, nilai kelangsungan usaha akan mencakup nilai aset fisik sekaligus aset tidak berwujud. Pada kondisi tersebut, investor biasanya membandingkan kapitalisasi pasar dengan nilai kelangsungan usaha untuk menilai daya tarik suatu saham.
Namun, tidak semua aset bisa dilepas sesuai harga beli atau sisa kewajiban utangnya. Oleh karena itu, perusahaan menilai tingkat pemulihan setiap aset secara terpisah.
Kas dianggap memiliki tingkat pemulihan penuh, sementara piutang, persediaan, dan peralatan produksi cenderung memiliki tingkat pemulihan yang lebih rendah. Akumulasi dari seluruh tingkat pemulihan inilah yang menggambarkan estimasi nilai perusahaan jika dilikuidasi.