Ilustrasi pesawat Garuda Indonesia. (IDN Times/Uni Lubis)
Garuda Indonesia sendiri telah menyandang bintang 5 Skytrax (5-Star Airline) sejak 2014. Namun, pada 2026 ini, peringkat Garuda Indonesia turun menjadi bintang 4 alias 4-Star Airline.
Dalam situs resminya, Skytrax menyatakan, penurunan peringkat itu disebabkan pesawat dan fasilitas darat baik di Jakarta dan Denpasar yang sudah usang, sehingga perlu ditingkatkan atau dimodernisasi.
“Meskipun standar layanan staf tetap baik, standar produk telah menurun terlalu banyak dalam beberapa tahun terakhir untuk mempertahankan tingkat peringkatnya,” tulis Skytrax.
Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen Garuda Indonesia menjelaskan, penurunan peringkat dari Skytrax itu. Manajemen menyatakan, peringkat bintang 4, meliputi kualitas layanan kabin dan pelayanan awak kabin, di mana berdasarkan hasil penilaian Skytrax.
“Standar layanan yang disediakan oleh perseroan sudah tidak lagi relevan dengan standar maskapai bintang 5,” tulis manajemen Garuda Indonesia.
Perusahaan menyatakan, saat ini tengan menjalankan berbagai pembenahan mendasar melalui penyusunan peta jalan atau roadmap peningkatan layanan secara menyeluruh, yang mencakup perbaikan dan penyegaran terhadap sejumlah touch points perjalanan penumpang.