Jakarta, IDN Times – Krisis yang terjadi di Sri Lanka menjadi cambuk bagi sejumlah negara baik itu negara berkembang maupun yang sudah maju di tengah lonjakan harga pangan dan energi imbas konflik yang terjadi antara Rusia dan Ukraina serta pandemi yang juga masih menjadi perhatian. Pengelolaan utang dan moneter menjadi hal yang sangat esensial di tengah potensi krisis hingga resesi ekonomi.
IMF sebelumnya telah memperingatkan negara-negara baik itu di Asia, Eropa, Afrika, maupun benua Amerika soal krisis ekonomi di Sri Lanka. Krisis Sri Lanka penting sebagai sebuah peringatan bagi sejumlah negara di Asia yang kini juga mengalami tingkat inflasi tinggi disertai kenaikan sejumlah harga pangan pokok dan BBM. Pengelolaan utang yang tidak bijak, mampu memicu perlambatan ekonomi.
Jika tidak diwaspadai, hal ini bisa berujung sulitnya memenuhi kebutuhan dalam negeri hingga rakyat akhirnya harus turun ke jalan. Itu berkaca terhadap krisis ekonomi yang menimbulkan kerusuhan di Sri Lanka. Pemerintah setempat dipastikan gagal dalam mengelola utang luar negeri dan inflasi yang kian mengkhawatirkan.