Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
AS Ancam Blokir Bank Swiss Terkait Aliran Dana ke Rusia dan Iran
ilustrasi bendera Amerika Serikat (unsplash.com/chris robert)
  • Departemen Keuangan AS memutus akses MBaer Merchant Bank AG dari sistem keuangan berbasis dolar pada Kamis (26/2/2026).

  • Keputusan terhadap bank swasta asal Swiss ini diambil setelah Jaringan Penegakan Kejahatan Keuangan (FinCEN) menetapkannya sebagai lembaga yang terlibat dalam praktik pencucian uang global.

  • Pelanggaran tersebut berkaitan erat dengan aliran dana dari pihak-pihak terlarang asal Rusia, Iran, dan Venezuela.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) secara resmi memutus akses MBaer Merchant Bank AG dari sistem keuangan berbasis dolar, pada Kamis (26/2/2026). Keputusan terhadap bank swasta asal Swiss ini diambil setelah Jaringan Penegakan Kejahatan Keuangan (FinCEN) menetapkannya sebagai lembaga yang terlibat dalam praktik pencucian uang global.

Pelanggaran tersebut berkaitan erat dengan aliran dana dari pihak-pihak terlarang asal Rusia, Iran, dan Venezuela. Langkah hukum ini diterapkan melalui Pasal 311 USA PATRIOT Act, yang secara tegas melarang bank-bank domestik AS untuk membuka atau mengelola akun koresponden bagi institusi tersebut. Kebijakan ini diprediksi akan memberikan dampak yang sangat melumpuhkan bagi kegiatan operasional MBaer.

1. AS bongkar keterlibatan bank MBaer dalam pencucian uang Venezuela

Pemerintah AS mengungkapkan, MBaer Merchant Bank AG telah memfasilitasi skema korupsi dan pencucian uang berskala besar. Praktik ilegal ini diduga kuat melibatkan perusahaan minyak negara Venezuela, PdVSA, sejak awal berdirinya bank tersebut pada tahun 2018.

Berdasarkan temuan FinCEN, mantan wakil ketua bank tersebut secara aktif memfasilitasi pembayaran atas nama suaminya. Sang suami sebelumnya telah dijatuhi sanksi oleh Office of Foreign Assets Control (OFAC) pada 2021 akibat perannya yang krusial dalam membantu penghindaran sanksi minyak Venezuela.

Lebih lanjut, institusi perbankan ini juga terbukti mengelola akun milik Jose Luis Chavez Calva. Ia merupakan seorang fasilitator keuangan yang diduga telah mencuci miliaran dolar hasil korupsi PdVSA melalui jaringan perbankan Eropa.

Selain itu, bank ini turut memproses transaksi senilai lebih dari 519 ribu dolar AS (Rp8,6 miliar) dari maskapai penerbangan Plus Ultra Lineas Aereas SA, sebuah entitas yang memiliki kaitan erat dengan rezim Nicolas Maduro. Keterlibatan MBaer dalam jaringan korupsi di Amerika Latin ini membuktikan adanya kegagalan sistemik yang parah dalam prosedur kepatuhan dan manajemen risiko internal bank, yang seharusnya mampu melacak aliran dana hasil kejahatan.

Hasil investigasi lanjutan menunjukkan bahwa MBaer sengaja dijadikan pintu masuk utama bagi para pihak terlarang untuk mengakses sistem keuangan AS. Mereka memanfaatkan perusahaan cangkang serta struktur aset yang rumit demi mengaburkan asal-usul dana ilegal.

Menanggapi pelanggaran yang sangat serius ini, Sekretaris Departemen Keuangan AS, Scott Bessent memastikan pihaknya tidak akan memberikan kompromi sedikit pun terhadap praktik ilegal.

"MBaer telah menyalurkan lebih dari 100 juta dolar AS (Rp1,6 triliun) melalui sistem keuangan AS atas nama pihak terlarang yang terkait dengan Iran dan Rusia. Bank-bank harus menyadari bahwa Departemen Keuangan AS akan secara agresif melindungi integritas sistem keuangan kami dengan menggunakan kekuatan penuh dari otoritas yang kami miliki," kata Scott Bessent dalam pernyataan resminya.

2. Bank MBaer terbukti fasilitasi dana selundupan minyak Iran

Penyelidikan mendalam oleh otoritas AS mengungkap bahwa MBaer Merchant Bank AG terlibat dalam pemrosesan transaksi senilai lebih dari 37 juta dolar AS (Rp620,1 miliar). Dana tersebut diketahui terkait langsung dengan skema penyelundupan minyak dan pencucian uang untuk kepentingan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), beserta Pasukan Quds.

Bank ini dituduh secara sengaja menangani pembayaran bagi perusahaan-perusahaan yang mengelola kapal tanker armada bayangan. Kapal-kapal ini digunakan oleh Iran untuk menghindari embargo perdagangan internasional, sekaligus mendanai berbagai aktivitas yang memicu ketidakstabilan di kawasan Timur Tengah. Akses MBaer terhadap dolar AS telah memungkinkan organisasi tersebut untuk mempertahankan kemampuan logistik dan militernya, meskipun tengah menghadapi sanksi global yang semakin ketat.

Selain mendukung aktivitas IRGC, MBaer juga terdeteksi memfasilitasi transaksi keuangan bagi jaringan kriminal internasional. Jaringan tersebut memanfaatkan platform mata uang kripto dan skema transfer antarnegara, yang dirancang khusus untuk mengelabui sistem pengawasan otomatis pada bank-bank koresponden. Jika usulan pemutusan akses ini disahkan setelah periode konsultasi publik selama 30 hari, seluruh institusi keuangan di AS akan dilarang memproses transaksi apa pun yang melibatkan MBaer.

Menanggapi ancaman pemutusan akses yang serius ini, pihak MBaer menyatakan akan meninjau posisi hukum mereka terlebih dahulu sebelum memberikan penjelasan resmi kepada publik.

"MBaer akan memberikan komentar mengenai pengumuman AS tersebut setelah berkonsultasi dengan pengacara Amerika kami," ungkap juru bicara MBaer Merchant Bank AG, dilansir The Straits Times.

3. AS soroti bank MBaer yang melayani dana oligarki Rusia

Departemen Keuangan AS menyoroti peran MBaer Merchant Bank AG yang terbukti melayani kebutuhan finansial para oligarki Rusia. Para oligarki tersebut sebelumnya telah masuk dalam daftar sanksi akibat keterlibatan mereka dalam mendukung invasi militer ke Ukraina. FinCEN menemukan dugaan karyawan bank mengelola perusahaan kepercayaan dan perusahaan cangkang untuk Sergey Kurchenko, seorang oligarki pro-Rusia yang disanksi oleh AS.

Selain itu, bank ini memelihara akun milik Viktor Medvedchuk, politisi pro-Kremlin yang menjadi target sanksi luas dari Uni Eropa dan Swiss. Bank ini bahkan diduga kuat memfasilitasi pembayaran untuk entitas yang terlibat dalam pencurian gandum Ukraina, serta pengadaan peralatan militer bagi angkatan bersenjata Rusia yang mengancam keamanan internasional.

Merespons pengumuman dari Washington, Otoritas Pengawas Pasar Keuangan Swiss (FINMA) menyatakan mereka sebenarnya telah mengambil langkah penegakan hukum terhadap MBaer, sekitar tiga minggu sebelum tindakan AS dipublikasikan. FINMA juga telah menunjuk agen audit sebagai pemantau di bank tersebut, mengingat adanya pelanggaran aturan anti-pencucian uang dan manajemen risiko sanksi. Meskipun demikian, keputusan ini masih dalam proses banding oleh pihak bank di Pengadilan Administratif Federal Swiss.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team