Jakarta, IDN Times - Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) secara resmi mengumumkan kebijakan baru pada Rabu (25/2/2026), yang mengizinkan perusahaan internasional untuk menjual kembali minyak asal Venezuela ke wilayah Kuba. Langkah strategis ini diambil sebagai solusi atas krisis energi dan kelangkaan bahan bakar akut yang melanda negara tersebut.
Kondisi krisis ini memuncak setelah Washington mengambil alih kendali penuh atas ekspor minyak Venezuela menyusul penangkapan Nicolas Maduro pada awal Januari tahun ini. Kebijakan tersebut menandai pergeseran signifikan dalam strategi tekanan maksimum pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap Kuba melalui pembukaan jalur distribusi energi khusus bagi sektor non-pemerintah.
Meskipun AS tetap mempertahankan blokade ketat terhadap institusi negara dan militer Kuba, izin ini fokus pada pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat.