Jakarta, IDN Times - Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat (USTR) merilis laporan tahunan Special 301 pada Kamis (30/4/2026). Laporan ini menetapkan Vietnam sebagai negara dengan tingkat masalah tertinggi dalam perlindungan hak kekayaan intelektual (HKI) atau berstatus Priority Foreign Country (PFC).
Penetapan ini adalah yang pertama kali terjadi dalam 13 tahun terakhir. AS menilai Vietnam tidak menunjukkan perbaikan nyata dalam melindungi HKI. Selain Vietnam, AS juga memasukkan Indonesia, China, dan beberapa negara lain ke dalam daftar pantau utama.
