Badai musim dingin besar yang melanda AS disebut sebagai salah satu yang paling luas dalam beberapa tahun terakhir. Badai ini membentang lebih dari 2.000 mil, dari Texas bagian timur hingga wilayah New England, membawa salju lebat, lapisan es, dan angin kencang yang mengancam hampir 180 juta penduduk.
Menurut situs pelacakan penerbangan FlightAware, hampir 13 ribu penerbangan di seluruh Amerika dibatalkan antara 24 hingga 26 Januari 2026. Hanya di Bandara Internasional Dallas-Fort Worth, lebih dari 700 penerbangan dihentikan pada Sabtu (24/1/2026). Gangguan serupa terjadi di sejumlah bandara besar termasuk Chicago, Atlanta, Nashville, Charlotte, dan Washington, dengan tingkat pembatalan mencapai 50–60 persen di pusat penerbangan seperti Dallas Love dan Memphis.
Meteorolog National Weather Service, Allison Santorelli, memperingatkan bahwa dampak badai ini dapat berlangsung lama.
“Salju dan es akan mencair sangat lambat dan tidak akan hilang dalam waktu dekat, sehingga akan menghambat upaya pemulihan,” ujarnya, dilansir Bloomberg.
Gangguan ini menjadi yang paling parah sejak penutupan sebagian pemerintahan AS pada 2025, yang menyebabkan kekurangan staf pengatur lalu lintas udara. Kondisi tersebut kini memperburuk kesulitan koordinasi di tengah cuaca ekstrem berskala nasional.