Jakarta, IDN Times - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, membuka opsi impor minyak dari negara selain di Timur Tengah dan Amerika Serikat (AS). Salah satu negara yang coba diincar adalah Rusia.
Bahlil mengungkapkan, negara mana pun sebenarnya bisa menjadi opsi asalkan minyak yang diimpor tersedia dan harganya bersaing.
"Semua negara ada kemungkinan. Yang penting bagi kita sekarang adalah bagaimana barang ada yang, kedua harganya kompetitif. Itu yang paling penting," ujar Bahlil kepada awak media usai melepas keberangkatan mudik gratis sektor ESDM di Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (17/3/2026).
