Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bahlil Buka Opsi Impor Minyak dari Rusia
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia (IDN Times/Pitoko)

Jakarta, IDN Times - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, membuka opsi impor minyak dari negara selain di Timur Tengah dan Amerika Serikat (AS). Salah satu negara yang coba diincar adalah Rusia.

Bahlil mengungkapkan, negara mana pun sebenarnya bisa menjadi opsi asalkan minyak yang diimpor tersedia dan harganya bersaing.

"Semua negara ada kemungkinan. Yang penting bagi kita sekarang adalah bagaimana barang ada yang, kedua harganya kompetitif. Itu yang paling penting," ujar Bahlil kepada awak media usai melepas keberangkatan mudik gratis sektor ESDM di Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (17/3/2026).

1. AS jadi contoh

ilustrasi Amerika Serikat (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Adapun terkait Rusia, kemungkinannya menjadi eksportir minyak buat Indonesia cukup besar lantaran AS juga telah membuka kerja sama dengan Negara Beruang Merah tersebut.

"Ya kenapa tidak? Amerika aja sekarang sudah membuka untuk Rusia kok," ujar Bahlil.

2. Impor minyak dari Brunei Darussalam

Ilustrasi impor (IDN Times/Arief Rahmat)

Sebelumnya, Bahlil menjadikan pertemuan dengan perwakilan Brunei Darussalam sebagai momentum bagi Indonesia untuk memperkuat ketahanan energi nasional melalui diversifikasi pasokan minyak.

Dengan kapasitas produksi minyak Brunei yang mencapai sekitar 100 ribu hingga 110 ribu barel per hari, Indonesia membuka peluang penjajakan impor minyak bumi dari negara tersebut sebagai salah satu opsi untuk menjaga stabilitas pasokan energi domestik.

"Penjajakan impor minyak bumi dari Brunei menjadi salah satu opsi strategis yang kita dorong, sekaligus memastikan ketersediaan pasokan energi nasional tetap dalam kondisi aman," kata Bahlil.

3. Ketertarikan Brunei terhadap Indonesia

ilustrasi pemandangan kilang Pertamina. (dok. Pertamina)

Bahlil menambahkan, Brunei juga tertarik dengan teknologi yang diterapkan oleh perusahaan migas nasional, yaitu PT Pertamina (Persero) yang memanfaatkan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) untuk meningkatkan produksi minyak di sumur-sumur minyak tua.

Oleh karena itu, Bahlil siap memfasilitasi Brunei untuk melakukan kerja sama dengan perusahaan plat merah indonesia di bidang energi.

"Kami siap melakukan kerja sama untuk sharing pengalaman dan pengetahuan untuk berbicara teknis, nanti akan saya siapkan dengan senang hati untuk berbagi dan belajar," kata dia.

Editorial Team