Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kapal Gamsunoro milik PT Pertamina International Shipping (PIS). (dok. PIS)
Kapal Gamsunoro milik PT Pertamina International Shipping (PIS). (dok. PIS)

Intinya sih...

  • Produksi B40 berhasil hentikan Indonesia dari ketergantungan impor solarDengan surplus produksi biodiesel, Bahlil mengatakan Indonesia tak perlu lagi impor solar. Adapun secara rinci, dia menargetkan impor solar jenis CN 48 akan dihentikan per awal 2026 ini, dan jenis CN 51 dimulai pada semester II-2026.

  • Impor avtur ditargetkan berhenti tahun depanPemerintah juga menargetkan setop impor avtur mulai tahun depan. Melalui PT Pertamina (Persero), surplus solar 1,4 juta KL ditargetkan bisa dikonversi menjadi bahan baku avtur.

  • RI masih akan impor BBM RON 92 tahun depanPemerintah juga menargetkan untuk menghentikan impor BB

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menargetkan Indonesia setop impor bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin atau gasoline RON 92-98 hingga avtur pada 2027.

Rencana itu merupakan kelanjutan dari target penghentian impor solar tahun ini. Penghentian impor BBM merupakan upaya untuk mencapai swasembada energi sesuai dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Di sisi lain, pemerintah juga sudah menerapkan kebijakan biodiesel dan meresmikan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) yang akan meningkatkan kemampuan Indonesia dalam memproduksi BBM.

“Dengan produksi sekarang di Pertamina yang RDMP di Balikpapan, akumulasi konsumsi B40 totalnya sekarang kita surplus sekitar 1,4 juta kiloliter (KL),” ucap Bahlil dalam rapat kerja dengan Komisi XII DPR RI, di Jakarta, Kamis (22/1/2026).

1. Produksi B40 berhasil hentikan Indonesia dari ketergantungan impor solar

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Dengan surplus produksi biodiesel, Bahlil mengatakan Indonesia tak perlu lagi impor solar. Adapun secara rinci, dia menargetkan impor solar jenis CN 48 akan dihentikan per awal 2026 ini, dan jenis CN 51 dimulai pada semester II-2026.

"Oleh karena kita surplus 1,4 juta KL, maka 2026 kita tidak lagi melakukan impor solar," tutur Bahlil.

2. Impor avtur ditargetkan berhenti tahun depan

ilustrasi pesawat sedang mengisi Avtur (dok. Pertamina)

Pemerintah juga menargetkan setop impor avtur mulai tahun depan. Melalui PT Pertamina (Persero), surplus solar 1,4 juta KL ditargetkan bisa dikonversi menjadi bahan baku avtur.

“Agar 2027 betul-betul kita sudah tidak melakukan impor avtur, solar C51,” ucap Bahlil.

3. RI masih akan impor BBM RON 92 tahun depan

SPBU Pertamina. (Dok. Pertamina)

Pemerintah juga menargetkan untuk menghentikan impor BBM jenis RON 92, 95, dan 98 tahun depan. Apalagi, saat ini menurut Bahlil ada RDMP Balikpapan yang bisa menghasilkan BBM berkualitas tinggi.

"Jadi yang tinggal kita impor itu yang RON 90 saja, yang untuk subsidi," tutur Bahlil.

Ke depannya, pemerintah membatasi impor hanya untuk minyak mentah (crude) yang digunakan sebagai bahan baku. Sehingga, harapannya untuk kebutuhan produk BBM bisa dipenuhi fasilitas produksi di dalam negeri.

"Ini agar 2027 betul-betul kita sudah tidak melakukan impor avtur, solar, kemudian bensin yang RON 92, 95, 98," tutur Bahlil.

Editorial Team