Jakarta, IDN Times - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menargetkan Indonesia setop impor bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin atau gasoline RON 92-98 hingga avtur pada 2027.
Rencana itu merupakan kelanjutan dari target penghentian impor solar tahun ini. Penghentian impor BBM merupakan upaya untuk mencapai swasembada energi sesuai dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Di sisi lain, pemerintah juga sudah menerapkan kebijakan biodiesel dan meresmikan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) yang akan meningkatkan kemampuan Indonesia dalam memproduksi BBM.
“Dengan produksi sekarang di Pertamina yang RDMP di Balikpapan, akumulasi konsumsi B40 totalnya sekarang kita surplus sekitar 1,4 juta kiloliter (KL),” ucap Bahlil dalam rapat kerja dengan Komisi XII DPR RI, di Jakarta, Kamis (22/1/2026).
