Jakarta, IDN Times - Pertemuan para pejabat keuangan dunia di Washington pekan ini berfokus membahas dampak konflik di Timur Tengah. Konflik tersebut telah mengganggu pasar energi dan mengancam pertumbuhan ekonomi global. Selain membahas upaya gencatan senjata yang diusulkan Presiden AS, Donald Trump, dan potensi blokade Selat Hormuz oleh Iran, para pemimpin juga diingatkan untuk tidak mengabaikan isu struktural jangka panjang.
Presiden Bank Dunia, Ajay Banga, menyampaikan peringatan mengenai potensi krisis lapangan kerja bagi 1,2 miliar penduduk di negara berkembang yang akan memasuki usia produktif dalam 10 hingga 15 tahun ke depan. Ia menegaskan bahwa penyediaan lapangan kerja sangat penting untuk menjaga stabilitas dunia. Jika gagal diantisipasi, hal ini dapat memicu krisis kemanusiaan dan lonjakan migrasi penduduk.
