Atasi Krisis Kerja, China Resmi Gunakan AI di Berbagai Industri

- Pemerintah China meluncurkan rencana besar integrasi teknologi AI ke berbagai industri untuk menjaga stabilitas ekonomi dan menciptakan lapangan kerja baru yang relevan dengan perkembangan digital.
- Kebijakan ini menekankan kolaborasi manusia dan mesin agar AI tidak menggantikan pekerja, melainkan meningkatkan efisiensi serta membuka peluang kerja baru di sektor modern dan jasa.
- China menargetkan pelatihan gratis bagi lebih dari 10 juta orang tiap tahun di bidang energi hijau, kesehatan, dan AI guna memperkuat daya saing tenaga kerja lintas generasi.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah China secara resmi meluncurkan rencana besar untuk memasukkan teknologi akal imitasi (AI) ke dalam dunia kerja. Langkah ini diambil agar ekonomi negara tetap kuat dan siap bersaing di tingkat dunia. Melalui program ini, pemerintah ingin menciptakan lapangan kerja baru yang lebih berkualitas dan sesuai dengan perkembangan teknologi masa kini.
Upaya tersebut bertujuan agar perubahan teknologi saat ini tidak mengganggu kehidupan sosial masyarakat, melainkan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi yang bisa dirasakan oleh semua orang. Di tengah situasi dunia yang tidak menentu, pemerintah berupaya agar masyarakat mendapatkan manfaat nyata dari kemajuan digital.
1. China siapkan kebijakan khusus untuk jaga stabilitas lapangan kerja
China saat ini tengah menyiapkan berbagai kebijakan ekonomi untuk memastikan masyarakat tetap memiliki pekerjaan di tengah meningkatnya penggunaan mesin otomatis di dunia. Fokus utama dari langkah ini adalah menciptakan lingkungan usaha yang mendukung pembukaan lapangan kerja.
Pemerintah akan memberikan bantuan atau insentif kepada perusahaan-perusahaan yang mampu mempertahankan karyawannya, serta mendorong perusahaan untuk memperluas usaha di sektor-sektor penting yang menguntungkan ekonomi dalam negeri.
Menteri Sumber Daya Manusia dan Jaminan Sosial China, Wang Xiaoping menjelaskan, tantangan di dunia kerja sebenarnya sudah cukup besar dalam beberapa tahun terakhir. Namun, kondisi pasar kerja dinilai tetap stabil karena adanya dukungan kebijakan pemerintah dan kerja keras masyarakat.
"Bangsa ini telah mengalami tantangan ketenagakerjaan yang lebih besar selama periode Rencana Lima Tahun ke-14 (2021-2025), tetapi tetap menjaga pasar kerja stabil berkat serangkaian kebijakan pemerintah untuk menstabilkan ekonomi, rantai industri bangsa yang kuat, dan upaya masyarakat," kata Xiaoping, dilansir Global Times.
Pemerintah China merasa yakin dapat menjaga angka pengangguran di wilayah perkotaan agar tetap rendah, yaitu di kisaran 5,5 persen. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah akan terus memantau perkembangan tren pekerjaan, menyesuaikan jaminan sosial, serta mengatur upah minimum agar adil bagi seluruh pekerja, termasuk para pekerja migran.
"Prospek pembangunan berkualitas tinggi sangat luas, dengan keunggulan institusional yang kuat, kami memiliki keyakinan dan kemampuan untuk menjaga lapangan kerja secara keseluruhan tetap stabil dan situasinya terus membaik," ujar Xiaoping.
2. China gunakan teknologi AI untuk dukung lapangan kerja dan bantu pekerja
China kini mulai menggabungkan teknologi kecerdasan buatan ke dalam berbagai industri untuk membantu para pekerja agar bisa bekerja lebih efisien. Melalui kebijakan ini, pemerintah ingin teknologi AI tidak sekadar menggantikan tugas-tugas rutin yang berulang, tetapi juga menciptakan cara kerja baru yang lebih cerdas. Dengan begitu, manusia dan mesin bisa bekerja sama untuk menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi kemajuan bersama.
Mengenai arah kebijakan ini, Xiaoping menjelaskan, pemerintah China terus berusaha menggunakan teknologi demi kesejahteraan para pekerja.
"Kami sedang mempelajari kebijakan untuk memungkinkan teknologi tersebut memainkan peran yang lebih besar dalam menciptakan lapangan kerja baru dan mengoptimalkan pekerjaan tradisional, dengan tujuan mempromosikan pembangunan inklusif yang menyelaraskan kemajuan teknologi dengan peningkatan taraf hidup masyarakat," ujar Xiaoping, dilansir CGTN.
Seiring dengan kemajuan ekonomi digital, China telah menemukan puluhan jenis pekerjaan baru yang sangat berkaitan dengan teknologi AI. Pekerjaan-pekerjaan ini diharapkan menjadi sumber utama lowongan kerja di masa depan, terutama di bidang pabrik modern dan jasa. Selain itu, pemerintah juga tetap memperkuat dukungan bagi sektor yang menyerap banyak tenaga kerja, seperti perdagangan luar negeri, konstruksi, dan perhotelan, agar tetap bisa bersaing meski ada perubahan teknologi.
3. China beri pelatihan kerja gratis untuk sepuluh juta orang tiap tahun
Pemerintah China menargetkan pemberian pelatihan keterampilan gratis atau bersubsidi kepada lebih dari 10 juta orang setiap tahunnya. Pelatihan ini difokuskan pada bidang teknologi energi ramah lingkungan, layanan kesehatan, dan kecerdasan buatan untuk memenuhi kebutuhan tenaga ahli di masa depan. Program ini dirancang untuk semua kalangan, mulai dari anak muda yang baru lulus sekolah hingga pekerja senior, agar mereka tetap bisa bersaing di dunia kerja yang berubah sangat cepat.
Xiaoping melihat generasi muda sebagai penggerak utama kemajuan negara. Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah akan mengadakan program magang besar-besaran agar anak muda lebih mudah terjun ke dunia kerja.
"Pemuda adalah talenta berharga yang energik dan kreatif. Kami akan melaksanakan program magang berskala besar tahun ini untuk membantu mereka lebih baik dalam terlibat di masyarakat dan tempat kerja," kata Xiaoping, dilansir China Daily Asia.
Selain bagi lulusan sekolah, pemerintah juga memperluas layanan lowongan kerja dan memberikan bantuan modal bagi pengusaha kecil agar bisa membuka lebih banyak lapangan pekerjaan. Melalui ribuan bursa kerja nasional dan pinjaman uang yang murah, pemerintah ingin memastikan setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk maju.


















