Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bank Indonesia-Bank Negara Malaysia Perkuat Kerja Sama Bilateral
Bank Negara Malaysia (BNM) dan Bank Indonesia (BI) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding atau MoU) guna memperkuat kerangka kerja sama bilateral antara kedua bank sentral. (Dok/Istimewa).
  • Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia menandatangani MoU untuk memperkuat kerja sama bilateral di bidang kebanksentralan, sebagai langkah strategis menghadapi dinamika ekonomi dan geopolitik global.
  • Kesepakatan mencakup area strategis seperti kebijakan moneter, stabilitas keuangan, sistem pembayaran digital, pengembangan sektor keuangan, serta pertukaran informasi antarbank sentral.
  • Kedua gubernur bank sentral menegaskan komitmen memperdalam kolaborasi jangka panjang dan membuka peluang kerja sama baru guna memperkuat stabilitas keuangan serta integrasi ekonomi Indonesia–Malaysia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Bank Indonesia (BI) dan Bank Negara Malaysia (BNM) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) untuk memperkuat kerja sama bilateral di bidang kebanksentralan. Kesepakatan ini menjadi langkah strategis dalam memperdalam kolaborasi kedua bank sentral di tengah dinamika ekonomi dan geopolitik global.

MoU tersebut menegaskan komitmen jangka panjang kedua institusi dalam memperkuat stabilitas ekonomi kawasan, sekaligus memperluas kerja sama di sektor keuangan yang semakin kompleks dan terdigitalisasi.

1. Tonggak penting penguatan hubungan Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (Youtube.com/Bank Indonesia)

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menyampaikan MoU ini bukan sekadar simbol kerja sama, melainkan fondasi penting hubungan jangka panjang kedua bank sentral.

“Ini merupakan bukti nyata semangat berkelanjutan untuk memperkuat hubungan kelembagaan dan memperdalam kerja sama bilateral antara kedua bank sentral, terutama di tengah tantangan lanskap geopolitik global saat ini,” kata Perry.

2. Ruang lingkup kerja sama yang semakin luas

Logo Bank Indonesia

Kesepakatan ini mencakup sejumlah area strategis yang menjadi fokus kebijakan bank sentral modern, antara lain:

  • Kebijakan moneter

  • Stabilitas keuangan dan makroprudensial

  • Sistem pembayaran dan digitalisasi

  • Pengembangan sektor keuangan

  • Pengembangan kapasitas

  • Pertukaran informasi

  • Bidang kerja sama lain yang disepakati bersama

Ruang lingkup ini menunjukkan kolaborasi BI dan BNM tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga mencakup transformasi sistem keuangan yang lebih digital dan terintegrasi.

3. Komitmen memperdalam kolaborasi dan membuka bidang baru

Ilustrasi cadangan devisa. (IDN Times/Arief Rahmat)

Gubernur Bank Negara Malaysia, Dato' Abdul Rasheed Ghaffour, menegaskan MoU ini memperkuat hubungan jangka panjang yang telah terjalin antara kedua bank sentral.

“Kesepahaman ini juga mencerminkan komitmen bersama kami untuk memperdalam kerja sama di berbagai bidang kebanksentralan yang telah berjalan, sekaligus menjajaki kolaborasi di bidang-bidang baru yang menjadi kepentingan bersama,” ujar Ghaffour.

Ke depan, BI dan BNM diharapkan semakin memperkuat sinergi, khususnya dalam menghadapi tantangan stabilitas keuangan regional, percepatan digitalisasi sistem pembayaran, serta penguatan integrasi ekonomi Indonesia–Malaysia.

Editorial Team