Ilustrasi cabai rawit merah. (dok. Bapanas)
Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Bapanas, I Gusti Ketut Astawa menjelaskan, secara nasional produksi cabai rawit dalam kondisi cukup. Kenaikan harga yang terjadi sebelumnya lebih dipengaruhi kendala teknis di distribusi.
“Memang ada dua problem, yang pertama adalah secara prinsip pasokan atau stoknya tinggi, cukup produksinya tinggi, tapi problemnya dalam petik. Pada saat hujannya tinggi, tenaga kerja yang memetik tidak ada, tidak berani karena akan cepat busuk,” kata Ketut.
Selain faktor cuaca, momentum libur juga memengaruhi ketersediaan tenaga kerja panen sehingga pasokan yang masuk ke pasar sempat terkoreksi.
“Secara produksi sangat cukup, jadi itu bedanya ya, produksinya sangat cukup, metiknya yang takut, karena hujan dan lain sebagainya, mereka tidak berani metik karena akan langsung busuk,” ucap Ketut.